Kejari Pati Resmi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Bumdesma, Total Kerugian 1,5 Miliar

PATI – Tiga tersangka kasus tindak pidana korupsi dana penyertaan modal pada BUMDesma Mandiri Sejahtera Pati diamankan Kejaksaan Negeri Pati, masing – masing dengan inisial RG (Ketua Bumdesma), RA (Direktur PT Maju Berdikari Sejahtera Pati), dan HS (Direktur Utama PT Mitra Desa Pati), Selasa (05/09/2023) malam.

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari Pati Teguh Dwicahyo menerangkan, dalam penetapan tersebut pihaknya telah melakukan gelar perkara hingga pada akhirnya menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

“Pemeriksaan saksi dilakukan mulai pukul 09.00 WIB. Setelahnya, tim penyidik melakukan gelar perkara (ekspose) dan dari hasil gelar perkara tim penyidik berkesimpulan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Penyertaan Modal pada Bumdesma Mandiri Sejahtera Pati,” ungkapnya.

Atas penyidikan tersebut, pihaknya menetapkan RG sebagai tersangka dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B- 1726/M.316/Fd.1/09/2023, RA dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B- 1729 /M.3.16/Fd.1/09/2023 dan HS dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor B- 1727/M.316/Fd.1/09/2023 tanggal 05 September 2023.

Penetapan para tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Pati tersebut karena telah mempunyai 2 alat bukti yang cukup berdasarkan Pasal 184 ayat (1) KUHAP.

Dikatakan Teguh, total kerugian negara akibat kasus ini mencapai lebih dari Rp 1,5 Miliar. Terhadap ketiga tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman untuk Pasal 2 ayat (1) paling singkat pidana penjara selama 4 Tahun paling lama 20 tahun denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliyar dan ancaman hukuman untuk Pasal 3 pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliyar.

“Bahwa berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Nomor : 56/S/XXI/07/2023 tanggal 25 Juli 2023 atas Penghitungan Kerugian Keuangan Negara terhadap Pengelolaan Keuangan yang berasal dari Dana Penyertaan Modal Badan Usaha Milik Bersama Mandiri Sejahtera Kabupaten Pati, PT MBSP, dan PT MDP Pati tahun 2018 sampai dengan 2022 dengan total kerugian sebesar Rp. 1.516.518.575 (Satu Milyar Lima Ratus Enam Belas Juta Lima Ratus Delapan Belas Ribu Lima Ratus Tujuh Puluh Lima Rupiah),” imbuhnya.

Saat ini , lanjut Teguh ketiga tersangka sudah mendekam di balik jeruji besi Lapas Kelas II Pati untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman kurungan 5 tahun.

“Untuk mempercepat proses penyidikan sebagaimana berdasarkan Pasal 21 ayat 4 KUHAP secara subyektif merujuk pada kekhawatiran para tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau akan melakukan tindak pidana lagi dan secara objektif ancaman diatas 5 tahun penjara, maka terhadap tersangka RG, RA dan HS dilakukan penahanan di Lapas Kelas II Pati,” tutupnya.

Terlihat pada Selasa (05/09/2023) malam, dengan penjagaan ketat ketiganya sudah mengenakan rompi orange keluar dari kantor Kejari Pati untuk menuju ke Lapas Pati. (hery)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.