DPP KPK Tipikor Meminta Gakkum KLHK Menindak Tegas Pelaku Perusak Lingkungan Pada Lingkaran GB

BuseronlineNews.com // MALUKU – Sebagaimana Pantauan DPP KPK Tipikor Divisi Investigasi dan inteligen Safrudin umasugi tepatnya di kabupaten buru terkait maraknya pelaku perusak lingkungan yang dilakukan oleh oknum masyarakat penambang di lokasi tambang emas ilegal di gunung botak. Kamis, 31 Agustus 2023

Ternyata masih marak terjadinya pengrusakan lingkungan yang dilakukan oleh oknum masyarakat penambang dengan berbagai macam cara yang dapat merusak lingkungan

Diketahui bahwa oknum penambangan emas secara ilegal ini terjadi terhitung sejak tahun 2012 hingga sekarang namun sampai saat ini nampaknya para pihak yang berkompeten tak mampu menertibkan kegiatan penambang ilegal secara tuntas

Untuk mendapatkan emas tersebut berbagai langkah yang ditempuh oleh pelaku penambang antara lain seperti tembak larut dompeng, rendaman dan melubangi tanah di atas gunung botak maupun kali anahoni dan wasboli

Yang lebih fatalnya lagi didalam pemukiman warga terdapat pengolahan emas yang berbentuk TONG dan TROMOL yang dilakukan oleh oknum masyarakat.

dimana kedua jenis pengolahan emas ini dipakai dalam jumlah yang besar sementara bahan untuk mendapatkan emas dalam pengolahan tromol tersebut para pengolah harus memakai bahan berbahaya dan beracun jenis Mercury dan Cyanida

Perlakuan oknum masyarakat penambang ini sudah merusak lingkungan dan ekosistem yang berada didalam tanah bahkan ekosistem yang berada didalam tanah juga diracuni dengan B3

Oleh karenanya untuk meminimalisir tingkat kerusakan lingkungan yang berkepanjangan Diminta agar Dirjen Gakkum KLHK Menindak tegas para pelaku yang masih melakukan kegiatan penambangan emas secara ilegal pada lingkaran tambang gunung botak Kabupaten Buru,” tuturnya

Kerusakan lingkungan ini perlu di pulihkan dan pelaku kegiatan ilegal ini harus diproses hukum sebagaimana yang termaktub dalam pasal 98 UUPPLH bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambeien,baku mutu air,baku mutu air laut, atau kriteria baku mutu kerusakan lingkungan hidup dipidana dengan paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit 3 Milyar dan paling banyak 10 Milyar

Dalam rangka penegakkan hukum terhadap pelaku tindak pidana lingkungan hidup yang berada pada lingkaran tambang gunung botak maka kami harapkan dirjen Gakkum KLHK agar mengambil langkah penegakkan hukum sehingga ada efek jera bagi para pelaku yang telah merusak lingkungan dan meracuni lingkungan,” tambahnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.