Las Al Azhar Dan Rumah Yatim Gelar Launching Program Kampung Perubahan

Buseronlinenews.com – Las Al Azhar bersama Rumah Yatim meresmikan Program kampung perubahan dengan membangun instrumen saung ilmu.
Saung ilmu ini merupakan , pusat interaksi masyarakat, pusat edukasi masyarakat, pusat perencanaan program masyarakat. Pelaksanaan tersebut dilakukan di kampung Cisalak kidul, desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, kamis (31/08/2023)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Rumah Yatim, Wakil direktur Las Al Azhar, Kepala Desa Sukawangi, Ketua BPD, Babinkamtibmas, ketua RW/RT dan tokoh masyarakat lainnya.

Rahmatullah sidik Wakil direktur Las Al Azhar mengatakan, Kampung perubahan ini adalah sinergi dan kolaborasi antara rumah yatim dan Las Al Azhar. Dalam hal ini kami fokus di pemberdayaan pengelolaan dana zakat, impak sedekah dan wakap. Kami hadir di Cianjur ini adalah dalam rangka melakukan program rekaveri pasca gempa bumi, dimana banyak lembaga yang sudah menyelesaikan programnya, karena mereka fokus pada emergensi, maka Las Al Azhar dan Rumah Yatim fokus pada rekaveri ekonomi, rekavery sosial dan juga imprastruktur yang ada di desa Sukawangi ini. Las Al Azhar dan rumah yatim ini mendampingi masyarakat dalam rangka untuk mengangkat kearifan lokal, budaya lokal yang ada disini serta meningkatkan fotensi dari masyarakat yang ada di desa Sukawangi. Dalam hal ini fotensi yang ada di desa Sukawangi itu pertanian, peternakan, perikanan juga UMKM dan itu kemudian kami kolaborasikan dalam satu kelembagaan lokal yang namanya saung ilmu. Di saung ilmu ini semua pengurusnya berbasis masyarakat. Jadi Las Al Azhar dan Rumah Yatim sebagai fasilitator mendampingi kelompok-kelompok yang ada disini, baik kelompok tani, kelompok peternakan dan lain sebagainya. Dalam menjalankan program kampung perubahan ini tidak mempunyai unsur-unsur politis, kampung perubahan hadir jauh sebelum ada diskusi tentang perubahan-perubahan secara politis. Jadi Las Al Azhar seperti misalnya Desa Gemilang itu dari tahun 2013 sudah kita cetuskan, dan saat ini kampung perubahan rumah yatim atau desa gemilang dalam konsepnya Las Al Azhar ini sudah lebih dari lima puluh desa yang kita dampingi di Indonesia. Untuk di Jawa Barat sendiri lebih dari 12 desa binaan yang kita lakukan seperti, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Sumedang, Bogor dan Bekasi. Dengan adanya kampung perubahan ini kita berharap masyarakat bisa maju ekonominya, kuat nilai-nilai agamanya dan kuat kegiatan sosialnya, sehingga dengan seperti ini masyarakat menjadi mandiri dan berkembang,” kata Rahmatullah.

Nugroho Bejo Wismono Direktur Rumah Yatim menuturkan, Kampung perubahan adalah program untuk pemberdayaan masyarakat, kita memilih di desa Sukawangi ini. Bidang programnya cukup banyak, kita lebih fokus dibidang ekonominya, mulai dari pertanian, karena pertanian disekitar sini ada beberapa problem yang harus dibereskan, dari mulai pembiayaan di awal kemudian cara pertaniannya. Kemudian juga dengan program-program yang lainnya misalkan dengan kemandirian ketahanan pangan seperti warga menanam disekitar rumahnya. Kemudian kami juga membantu UMKM yang ada disini, supaya usahanya bisa berjalan. Jadi kalau ini programnya dan saung ilmu itu merupakan sarananya, sebagai tempat interaksi, edukasi juga tempat untuk merancang program. Jadi dibentuklah kelembagaan lokal yang nanti akan bertanggungjawab tentang program-program ini, tentunya harus berkoordinasi dengan aparat setempat, baik pemerintah desa, RW sekaligus juga masyarakat. Nah kira-kira potensi apa yang ada disini yang bisa dikembangkan bareng-bareng. Jadi dari yang sudah ada dulu kita kembangkan, kemudian kita berimprovisasi. Misalkan pengadaan pupuk, misalnya ada ga fotensi peternakan disini, bisa ga limbah peternakannya dijadikan pupuk pertanian-pertanian kita. Jadi skupnya nanti akan lebih besar lagi, cuma pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” tutur Nugroho.

H. Ahmad Dedi Suharyadi Kepala Desa Sukawangi mengungkapkan, Alhamdulillah saya selaku kepala desa sangat bahagia, karena dengan adanya program dari yayasan Amil jakat ini tentu bisa membantu warga masyarakat desa Sukawangi dalam pemulihan pasca bencana gempa bumi. Selanjutnya bagaimana supaya masyarakat desa Sukawangi ini bisa teredukasi untuk menuju sejahtera, sehingga terpenuhinya, perekonomian, pendidikan dan kesehatan. Mungkin langkah awal yang namanya saung ilmu, berarti tempat mengedukasi warga masyarakat, baik tentang pertanian, pendidikan, agama dan lain sebagainya. Saya harapkan dengan adanya saung ilmu ini mudah-mudahan ada perubahan dan meningkatkan segala bidang di desa Sukawangi ini,” ungkap H. Ahmad Dedi.

HDS/Najib

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.