Pembangunan Kawasan Hutan Wisata Jembar Oleh Rekanan Bksda Di Puncak,Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Cianjur Di Duga Melanggar Undang-Undang

Cianjur-Keruksakan  ekosistem dilingkungan hutan wisata Jember akan ruksak,belum.lagi ancaman bencana alam seperti longsor di sekitar kawasan tersebut,akibat adanya pembanggunan di sekitar kawasan hutan wisata jember yang ada di wilayah BKSDA kabupaten Bogor.

Pembanggunan dilingkungan Hutan Wisata Jember, yang berlokasi di wilayah desa Ciloto kecamatan Cipanas,Cianjur,mendapatkan banyak penolakan dari kalangan masyarakat, maupun para penggial lingkungan hidup,namung pihak BKSDA beserta rekan kerja seakan tak mau tau dan tak ambil pusing akan penolakan tersebut,berdasarkan pantau media Buseronline New di lokasi hutan wisata Jember, sampai berita ini di realis pihak rekanan BKSDA masih tetap. melaksanakan pekerjaan pelebaran jalan di areal kawasan hutan wisata tersebut.

Pembanggunan di kawasan hutan wisata yang di lakukan oleh rekanan BKSDA,di duga tidak menggantonggi izin tetangga dari warga sekitar pembangunan kawasan,selain itu pihak penggelola di duga tidak memiliki analisa dampak lingkungan di sekitar lingkungan hutan wisata jember.

Sementara di sekitar pembanggunan kawasan hutan wisata banyak pemukiman warga masyarakat desa Ciloto,yang apa bila muncul bencana yang di akibatkan oleh kegiyatan pembanggunan kawasan hutan wisata,akan terdampak ujar maman tokoh masyarakat desa Ciloto.

Pembanggunan kawasan hutan wisata jember, sanggat di sayang kan olehA supriadi SH selaku ketua DPW komite peduli lingkungan hidup indonesia, kabupaten Cianjur, menurutnya pembanggunan kawasan hutan wisata tersebut sudah menabrak rambu-rambu aturan pemerintah diantara Undang-undang No 32 tahun 2009,tengtang pelindungam dan pengelolan lingkungan hidup, UU No 3 tahun 1990 tengtang konserpasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem, peraturan pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang penyelengaran perlindungan dan penggelolaan lingkungan hidup, serta peratura persiden nomor 60 tahun 2020 tentang tataruang kawasan perkotaan, Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur.ujar ketua DPW KPLHI Cianjur,

lebih lanjut ketua DPW KPLHI Cianjur,menjelaskan pihaknya telah menggajukan surat kepada mentri lingkunggan hidup terkait pembanggunan yang ada di kawasan BKSDA hutan lindung Jember yang ada di Desa Ciloto.

Terkait adanya pembanggunan yang ada di kawasan hutan BKSDA di desa Ciloto yang di duga tidak memiliki ijin,lingkungan dari masyarakat,saat di konpirmasikan kepada Firman Edi selaku Camat Cipanasdi halaman kantor camat selasa(29/8),bahwa pihaknya sudah mendengar dan mendapatkan laporan dari masyarakat,terkait pembanggunan dikawasan tersebut, naung sepengtahuan Camat bahwa itu ada di kawasan kabupaten Bogor, perbatasan dengan pemukiman warga desa Ciloto kecamataan Cipanas,kabupaten Cianjur, ujar Camat tersebut.

Lain halnya dengan kasi keamanan dan ketertiban kecamatan Cipanas saat dimintai komentar, disela-sela penataan lingkungan kecamatan Cipanas selasa(29/8),bahwa pihaknya tidak tau,akan pembanggunan tersebut karena terlalu konsen menanggani sampah yang ada di wilayah kecamatan Cipanas,namun pihak mendapatkan inpormasi dari masyarakat, bahwa udah ada penolakan akan pembanggun di kawasan tersebut, jelas kasi tantrib kecamatan Cipanas. (team liputan)

hutan wisata Jember akan ruksak,belum.lagi ancaman bencana alam seperti longsor di sekitar kawasan tersebut,akibat adanya pembanggunan di sekitar kawasan hutan wisata jember yang ada di wilayah BKSDA kabupaten Bogor.

Pembanggunan dilingkungan Hutan Wisata Jember, yang berlokasi di wilayah desa Ciloto kecamatan Cipanas,Cianjur,mendapatkan banyak penolakan dari kalangan masyarakat, maupun para penggial lingkungan hidup,namung pihak BKSDA beserta rekan kerja seakan tak mau tau dan tak ambil pusing akan penolakan tersebut,berdasarkan pantau media Buseronline New di lokasi hutan wisata Jember, sampai berita ini di realis pihak rekanan BKSDA masih tetap. melaksanakan pekerjaan pelebaran jalan di areal kawasan hutan wisata tersebut.

Pembanggunan di kawasan hutan wisata yang di lakukan oleh rekanan BKSDA,di duga tidak menggantonggi izin tetangga dari warga sekitar pembangunan kawasan,selain itu pihak penggelola di duga tidak memiliki analisa dampak lingkungan di sekitar lingkungan hutan wisata jember.

Sementara di sekitar pembanggunan kawasan hutan wisata banyak pemukiman warga masyarakat desa Ciloto,yang apa bila muncul bencana yang di akibatkan oleh kegiyatan pembanggunan kawasan hutan wisata,akan terdampak ujar maman tokoh masyarakat desa Ciloto.

Pembanggunan kawasan hutan wisata jember, sanggat di sayang kan olehA supriadi SH selaku ketua DPW komite peduli lingkungan hidup indonesia, kabupaten Cianjur, menurutnya pembanggunan kawasan hutan wisata tersebut sudah menabrak rambu-rambu aturan pemerintah diantara Undang-undang No 32 tahun 2009,tengtang pelindungam dan pengelolan lingkungan hidup, UU No 3 tahun 1990 tengtang konserpasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem, peraturan pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang penyelengaran perlindungan dan penggelolaan lingkungan hidup, serta peratura persiden nomor 60 tahun 2020 tentang tataruang kawasan perkotaan, Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur.ujar ketua DPW KPLHI Cianjur,

lebih lanjut ketua DPW KPLHI Cianjur,menjelaskan pihaknya telah menggajukan surat kepada mentri lingkunggan hidup terkait pembanggunan yang ada di kawasan BKSDA hutan lindung Jember yang ada di Desa Ciloto.

Terkait adanya pembanggunan yang ada di kawasan hutan BKSDA di desa Ciloto yang di duga tidak memiliki ijin,lingkungan dari masyarakat,saat di konpirmasikan kepada Firman Edi selaku Camat Cipanasdi halaman kantor camat selasa(29/8),bahwa pihaknya sudah mendengar dan mendapatkan laporan dari masyarakat,terkait pembanggunan dikawasan tersebut, naung sepengtahuan Camat bahwa itu ada di kawasan kabupaten Bogor, perbatasan dengan pemukiman warga desa Ciloto kecamataan Cipanas,kabupaten Cianjur, ujar Camat tersebut.

Lain halnya dengan kasi keamanan dan ketertiban kecamatan Cipanas saat dimintai komentar, disela-sela penataan lingkungan kecamatan Cipanas selasa(29/8),bahwa pihaknya tidak tau,akan pembanggunan tersebut karena terlalu konsen menanggani sampah yang ada di wilayah kecamatan Cipanas,namun pihak mendapatkan inpormasi dari masyarakat, bahwa udah ada penolakan akan pembanggun di kawasan tersebut, jelas kasi tantrib kecamatan Cipanas.

(team liputan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.