Polres Pulau Buru Lakukan Presrilis terkait jatuhnya Kontainer di pelabuhan laut Namlea

BuseronlineNews.com // Maluku – Kasus terkait jatuh Kontainer pada Pelabuhan Namlea Kabupaten

Pada selasa, tanggal 28 April 2023 sekitar pukul 04.44 Wit kini di lakukan Press Rillis oleh Polres Pulau Buru sebagai keterbukaan informasi publik. Kamis, 13 July 2023

Sebagaiman nomor :LPA-A/23//IV/2023/SPKT.SAT RESKRIM/POLRES PULAU BURU/POLDA MALUKU, tanggal 3 April 2023 kini digelar Presrilis terkait peristiwa jatuhnya 1 unit Kontainer dengan GV CU210168-2 berukuran 20 Vit (18 Ton)

Jatuhnya Kontainer dari atas kapal Pelni KM Dorolonda pada saat melakukan bongkar muat, Kontainer tersebut jatuh akibat tali Slank derek crane putus hingga terjatuh mengena pinggir dermaga dan tercebur kedalam laut

Peristiwa tersebut mengakibatkan berbagai jenis ikan dasar Mati dan dan rusaknya terumbu karang dari kejadian tersebut Kontainer pun berhasil dievakuasi dari dasar laut oleh pihak kepolisian dan instansi terkait

Pelaku yang disangkakan antara lain, H. Wawan, Ridwan, Fadly, Hardyanto dan Harun dalam adegan ke 5 pelaku ini antara lain Wawan adalah pemilik B3 yang berada didalam Kontainer, Ridwan adalah sebagai pihak ekspedisi yang tertanggung jawab atas pengiriman Kontainer tersebut

Hardyanto adalah orang yang menyuruh pengoperasian blok crane sementara Harun adalah sebagai orang yang melakukan pengoperasian untuk menurunkan Konteiner tersebut

Barang bukti yang ditemui antara lain Sodium tetraborate dekahi drate, Natrium Hidrosia (NAOH) Karbon(C) Kalsium Karbona (CACO3) Kalsium Oksida, Asam Nitrat (HN03) Hidrogen Teroksida (H2O2) Natrium Cyanida (NACN)

Dari kejadian tersebut pelaku sengaja mengelabui petugas dimana B3 dikemas dalam bentuk karung terigu didalam manifes pengiriman yang terdaftar adalah barang campuran bukan barang berbahaya dan beracun (B3)

Pasal yang disangkakan terhadap kelima pelaku 107 dan atau pasal 99 ayat 1 UU nomor 32 tahun 2009 tentang PPLH, diubah dalam pasal 22 peraturan pengganti UU Nomor 2 tentang Cipta Kerja,sebagaimana diatur dalam PP nomor 74 tahun 2021 tentang B3 dan PP RI Nomor 22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan PPLH Jo Pasal 55 ayat 1 KUHAP dengan ancaman Pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun denda paling sedikit Rp. 5 M dan paling banyak Rp. 15 M.

(Syam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.