Bea Cukai Kudus Berhasil Menggagalkan Distribusi Miras Ilegal Sebanyak 96 Botol di Kecamatan Gebog

KUDUS – Kantor Bea Cukai Kudus baru saja menggagalkan pengiriman minuman keras (miras) ilegal di Desa Karangmalang, Kecamatan
Gebog, Kamis (6/7). Total ada 160 botol miras ilegal yang berhasil digagalkan.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kudus, Sandy Hendratmo Sopan mengatakan, pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai bukan hanya berlaku untuk rokok saja. Namun juga berlaku untuk barang kena cukai lainnya seperti miras.

Kali ini, Bea Cukai Kudus
berhasil menggagalkan pengiriman minuman keras yang mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal. Penindakan ini dilakukan terhadap 96 liter
MMEA ilegal di salah satu agen jasa pengiriman di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog.

“Penindakan MMEA ilegal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman dampak negatif akibat konsumsi barang kena cukai,” ungkapnya.

Sandy memaparkan, penindakan ini berhasil dilakukan berdasarkan analisis informasi intelijen yang diterima dari Bea Cukai Surakarta ke Bea Cukai Kudus. Informasi tersebut, kata dia, diterima oleh pihaknya sekitar pukul 10.00 WIB.

“Tim Macan Muria Bea Cukai Kudus mencium adanya pengiriman
MMEA yang diduga ilegal dari Bali di salah satu agen jasa pengiriman di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog,” ujarnya.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim Bea Cukai Kudus kemudian meluncur menuju lokasi sekitar pukul 10.25 WIB. Tim Macam Muria kemudian langsung melakukan pemeriksaan terhadap beberapa paket yang dicurigai.

“Dari hasil pemeriksaan paket
kiriman, ditemukan 160 botol MMEA jenis Arak Bali dengan merek Traditional Cocktails Balis Made,” katanya.

Miras tersebut diduga ilegal karena tidak dilekati dengan pita cukai. Ia menyebut, perkiraan total nilai barang MMEA ilegal tersebut sebesar Rp 3,552 juta.

“Potensi kerugian negara akibat adanya miras ilegal itu yakni sebesar Rp
7,68 juta,” sebutnya. ( JIMMY )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.