WaW: Bareskrim Mengungkap Illegal Logging di Kalimantan Barat, Kayu Diekspor hingga ke Eropa dan Korea

banner 468x60

PONTIANAK – Ada Tiga Perusahaan di Kalimantan Barat yang diduga terlibat dalam kasus Illegal Logging ya, dua di antaranya sudah sering belasan kali melakukan ekspor kayu ke Eropa dan Korea Selatan, menggunakan dokumen kayu olahan secara berulang kali. “Ya, Modus tindak pidana Illegal Logging tersebut adalah melakukan dengan menggunakan sebuah dokumen {SKHH} kayu olahan yang digunakan secara berulang-ulang kali selain menggunakan dokumen secara berulang, mereka juga diduga melakukan pengambilan, atau memungut, mengumpulkan kayu hasil olahan secara tidak sah,” kata Ramadhan saat konferensi pers, Jum’at 23 September 2022. “Kayu olahan tersebut adalah jenis kayu, Bengkirai, Kapur, Meranti, dan Keruing. Ramadhan juga telah memaparkan tiga perusahaan yang terlibat itu, di antaranya adalah CV. Rimbah Gembilang Indah {RGI}, CV. Sumber Mandiri Abadi {SMA}, dan CV. Pusaka Damai Sentosa {PDS} di wilayah Kabupaten Kubu Raya {Kalbar}.

Sementara itu, Derektur Tipidter Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto, telah menyebutkan, kayu yang diambil dari Kabupaten Ketapang, adalah lokasi yang diduga tidak memiliki izin, sehingga dokumen yang dimiliki tersebut, atau bukan dari asal kayu olahan yang ada tersebut. “Penyidik juga melakukan pengembangan dengan memeriksa 22 saksi, atau sudah menetapkan S yang mewakili CV RGI sebagai tersangka, dan CV RGI sebagai koorporasinya,” ucap Pipit. Pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa kayu olahan dari CV RGI yang sudah dilakukan penghitungan, dan pengecekan dan para ahli. Di tiga lokasi itu, atau kurang lebih sebanyak 1.006 kubik kasi yang sudah dinyatakan sebagai barang bukti. “Ya itu sementara, dan akan berkembang.

Masih ada lagi sekitar seribu lebih kubik kasi yang masih diproses pengusulan untuk dihitung dan pemeriksaan oleh ahlinya,” tegasnya. “Pipit telah menjelaskan, dalam kasus ini tersangka S bertugas sebagai pengendali pada CV RGI yang ada di Hulu. Ia mengendalikan dengan modus-modus tertentu dan mengendalikan ke CV SMA. “CV RGI ini mengirimkan kayu olahan ke CV SMA, ketiga -tiganya ada korelasinya. Kemudian CV RGI ini mengirim kayu ke dua CV, yakni CV SMA, dan CV PDS. Saat dicek, betul, patut diduga dari CV RGI dan CV SMA ini, hanya diamankan 250 kubik kasi, di CV PDS 700 meter kubik kasi. Masih dalam proses penghitungan pengecekan oleh ahlinya,” pungkasnya. CV SMA sendiri sudah lama beroperasi sejak pada tahun 2008, atau menurut catatan, CV SMA telah melakukan pengiriman ekspor sebanyak 18 kali, dan CV PDS sudah melakukan ekspor sebanyak 3 kali. “Namun akan kita cek, penjualan di dalam negeri,” tuturnya.

{M. Syahrief. H/TeambuserKalbar}.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.