Bupati Hartopo : Gelaran Buka Luwur Bentuk Kecintaan Pada Leluhur

KUDUS – Buka Luwur adalah tradisi untuk menghormati dan memuliakan leluhur. Tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai hal penting bagi masyarakat agar identitas diri yang dimiliki tidak mudah tergerus oleh perkembangan zaman.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemdes dan masyarakat Tumpangkrasak yang menggelar kegiatan buka luwur Mbah Jayeng Rono malam ini, Kamis (11/8). Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus Hartopo didampingi Camat Jati dan Kades setempat, juga para alim ulama.

Hartopo mengatakan bahwa kegiatan buka luwur ini merupakan tanda kecintaan dan perhatian masyarakat pada leluhurnya.

“Inilah tanda-tanda kecintaan masyarakat desa Tumpangkrasak yang selalu perhatian pada leluhurnya, buktinya makamnya leluhur ‘dirumati’ (dirawat). Luwurnya diganti, dibersihkan. Sangat luar biasa perhatianya. Semoga barokah,” katanya.

Hartopo mengungkapkan sebagai generasi penerus leluhur, kita wajib mengenang jasa-jasa para leluhur khususnya dalam syiar agama.

“Dengan digelarnya kegiatan ini juga, kita dapat mengenang jasa-jasa leluhur yang amat besar bagi kehidupan kita, khususnya Mbah Jayeng Rono dalam berjuang mensyiarkan agama islam di Desa Tumpangkrasak,” terangnya.

Dalam peringatan buka luwur Mbah Jayeng Rono leluhur Desa Tumpangkrasak, juga diselenggarakan pemberian santunan anak yatim piatu yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati Hartopo.

“Dalam peringatan buka luwur ini juga menyelenggarakan agenda santunan anak yatim piatu, semoga menambah kesempurnaan acara ini,” pungkasnya.

Ustadz Ulil Falah, tokoh agama sekaligus panitia acara peringatan buka luwur Mbah Jayeng Rono mengucapkan terimakasih atas kedatangan Bupati Hartopo. Dirinya menuturkan bahwa kehadiran orang nomor satu di Kudus ini sebagai bentuk dukungan dan perhatian Pemkab Kudus pada masyarakatnya.

“Sugeng rawuh Pak Bupati, terimakasih atas kedatanganya. Ini sebagai bentuk suport Pemkab Kudus untuk masyarakatnya khususnya Desa Tumpangkrasak. Semoga majelis ini diberkahi Allah,” tuturnya.

Eli Susanti, salah satu warga Desa Tumpangkrasak mengatakan bahwa kegiatan buka luwur Mbah Jayeng Rono rutin diadakan setiap tahunya. Hal tersebut sebagai wujud penghormatan dan kecintaan kepada leluhur atas jasa-jasa yang diberikan pada masyarakat Desa Tumpang krasak.

“Ini wujud penghormatan dan kecintaan kami terhadap leluhur desa. Mbah Jayeng Rono adalah cikal bakal Desa yang telah berjasa pada masyarakat Tumpangkrasak, khususnya dalam menyebarkan ajaran agama islam,” ucapnya. ( JIMMY ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.