Jeritan Pedagang Pasar Wonosari Tidak Kunjung Usai

banner 468x60

Pasuruan- pedagang wonosari telah di laporkan di tuduh KORUPSI akibat tidak bayar sewa stand ruko kios meja maupun yang los KATANYA…anggapan pemerintah desa yang meminta sewa yang pertama 5.thn yang di umumkan oleh kepala desa sangat MEMBERATKAN bagi pedagang team awak media skm buser pun turun langsung kepasar untuk investigasi langsung kepada narasumber mulai dari pedagang masyarakat sampai ke PAGUYUPAN PASAR .

semua kami telusuri di sekitaran wonosari nongko jajar itu.ALHASIL team pun MEWANCARAI SEMUA NARASUMBER yng terkait ..keterangan demi keterangan dari narasumber sudah dari SATU TAHUN INI .pedagang merasa RESAH DI HANTUI KETAKUTAN dan cemas karna adanya pengumuman tarif sewa yang di anggap MEMBERATKAN pedagang jangankan untuk bayar sewa sebesar itu balik modal aja uda bersukur kata pedagang ..belum lagi masih masa pandemi covid 19 .dan lagi PMK .untuk kebutuhan yang lain banyak pedagang melakukan hutang ke bank-bank mingguan.

GANOK UDAN GANOK ANGIN MORO.MORO ONOK PENGUMUMAN KOYOK NGONO ujar masyarakat .belum ada kesepakatan bersama langsung memutuskan untuk bayar.dengan adanya sewa sebesar itu .semua pedagang mengalami penurunan akibat COVID 19 APAKAH PEMERINTA DESA TIDAK MERASA KASIHAN PADA RAKYATNYA. padahal pedagang ini tidak menempati stand secara GRATIS bahkan mereka mempunyai KWITANSI PEMBAYARAN STAND.

yang di tanda tangani oleh PT sendiri maka pedagangpun merasa berhak atas bangunan tersebut dan pedagang pun selalu BAYAR RISTRIBUSI setiap ada penarikan yang dilakukan mentri pasar ujar pedagang,tapi dengan adanya peralihan sewa stand yang di rasa masyarakat yang selama ini gak ada yang namanya sewa MORO MORO ADA SEWA .setelah adanya kepala desa itupun belum pernah mengajak musyawarah ke pedagang malah kepala desa HERLAMBANG mengumpulkan warga 7 dusun yang di ajak rapat terkaiat masala pasar,kenapa bukan yang bersangkutan ujar pedagang.

setelah salah satu ada yang mengikuti rapat itu dia merekam sampai selesai ternyata isi dari rapat tersebut kepala desa mengajak masyarakat untuk mendukung supaya pedagang pasar itu mau bayar uang sewa itu dan setiap dusun akan di janjikan dana itu masing masing ujar pedagang.

Dari kejadian ini pihak pedangang mengharap kepada pemerintah PEMDA,pihak ke camatan setempat,agar mengerti jeritan para pedangang khususnya di wilayah wonosari,yang merasa ter DZHOLIMI oleh kepala desa nya.BERSAMBUNG

(herman dan team)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.