Turunan Gallarang Barana Gelar Silaturahmi.” Bangkitnya Gallarang.” Di Desa Barana Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto

banner 468x60

BuseronlineNews.com – Jeneponto – Bertempat di Bonto Caku Desa Barana Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Kerukunan Keluarga Besar Gallarrang Barana Laksanakan silaturahmi “Bangkitnya Kembali Gallarrang Barana.” Yang bertepatan pada 1 Muharram 1444 H – Sabtu, 30 Juli 2022. Panitia pelaksana Askar Mansyur Mengungkapkan Pelaksanaan Kegiatan Gallarrang Barana ini memiliki simbol yang dicatat oleh sejarah dan sebagai momen yang paling tepat di nikmati semenjak era reformasi tercipta di Barana.

Dalam sambutan Bupati Jeneponto Drs. H. Iksan Iskandar, M.Si., Ia berpesan kepada pemangku adat keturunan Gallarang Barana agar ini perlu di kembangkan kedepannya dan mempunyai warna tersendiri untuk kebangkitan Gallarrang Barana ini. Di karenakan di Jeneponto sendiri sudah 2 kali digelar acara Gallarrang, Seperti di Kassi kala itu.

“Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, karena kita masih sempat dipertemukan untuk mempererat tali silaturahim dan membangkitkan kembali pemangku adat di Desa atau keturunan Gallarrang.” Ucap Rahman Nara (Staf Ahli Bidang Pembangunan & Pemasyarakatan) yang mewakili sambutan Bupati.

Ia juga berpesan bahwa ” Pemerintahan itu berada dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.” Kata Rahman Nara di sambut tepuk tangan hadirin.

Di akhir sambutannya ia berharap agar tidak ada tumpang tindih antara pemangku adat dan pemerintahan desa baik konvensional atau pun dengan aturan yang ada saat ini. Dan agar dapat mewarnai pemerintahan untuk memakmurkan masyarakat Desa Barana Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto.” Cetusnya

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Kerukunan Keluarga Turunan Barana H. Muhammad Yusuf S Daeng Jarre Mengatakan bahwa Barana sejak dari dulu sudah ada dan hampir semua Raja-raja yang ada di Barana kalau mempunyai masalah di luar dan sudah masuk di Barana maka sudah pasti aman dan tidak akan ada yang mengganggu. Di karenakan Barana sendiri adalah daerah yang sangat terisolir.

” Barana dari dulu ada, jadi Barana itu tanah tua, Barana itu tanah perjuangan. Hampir semua Raja-raja di Barana yang memiliki masalah pasti aman insya Allah, tidak akan ada lagi yang ganggu dan tidak ada belanda yang bisa masuk apalagi yang namanya mau macam-macam.”
H.Muhammad Yusup juga mengungkapkan Barana itu orang pemberani tetapi tidak jua pemarah seperti dikatakan banyak orang.” Imbuhnya

Seperti diketahui Kerukunan Keluarga Turunan Barana ini telah memperoleh keabsahan kedudukan dari Kementerian Hukum & HAM melalui Dirjen AHU di Jakarta pada tanggal 14 Februari 2022 lalu.

Terpisah, Kepala Kesbangpol Kab. Jeneponto Syarbini Mattewakkang. S,P Sangat mengapresiasi Gallarrang Barana ini sebagai suatu budaya yang bersifat lokal dalam perayaan Budaya Nusantara dan sebagai bentuk untuk mempersatukan Kesatuan Bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena sebagai suatu Media Komunikasi mempersatukan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Jeneponto.” Harapnya

Ia juga mendorong daerah-daerah lain atau wilayah untuk membentuk suatu paguyuban/komunitas yang berbasis budaya. karena sebagai suatu elemen yang sangat penting untuk mempersatukan komunitas masyarakat budaya.

Turut hadir dalam kegitan tersebut diantaranya Pemerintah Daerah Jeneponto yang di wakili Oleh Staf Bidang Pembangunan & Pemasyarakatan Rahman Nara, Dandim 1425 Jeneponto yang di wakili oleh Abdul Halim Rewa, Polres Jeneponto, Kepala Kesbangpol Jeneponto Syarbini Mattewakkang. S,P yang sekaligus mewakili Kerajaan Binamu, Raja Gowa Andi Kuma Ijo yg di wakili oleh Andi Sony Kr.Tinggi Mae, Tokoh adat Kerajaan Bangkala yang di Wakili Oleh H.Annas Kalanna. Karaeng Bulukumba Kr.Kajang, Karaeng Galesong Kr.Maja. Karaeng Bajeng, FKPPM Takalar, Kepala Desa Barana Haeruddin, Tokoh Pemangku Adat Barana, Tokoh Perempuan, Karang Taruna dan Masyarakat Desa Barana sendiri.

(Lukman Hd.)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.