Disorot Kades Panjunan Jadi Ketua PAC, Tapem : Dalam Aturan Menyebut Dilarang

banner 468x60

PATI – Kepala Desa (Kades) mempunyai peran penting dalam kedudukannya sebagai kepanjangan tangan negara yang dekat dengan masyarakat dan sebagai pemimpin masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Kepala desa mempunyai peran penting sebagai pihak yang netral.

Namun ini berbeda dengan kepala desa Panjunan kecamatan Pati kabupaten Pati Jawa Tengah Danu Ikhsan Hariscandra, A. Md yang saat ini menjadi salah satu pengurus partai politik sebagai ketua PAC terpilih PDI Perjuangan Pati Kota.

Dirinya terpilih dan dilantik untuk menggantikan posisi almarhum ayahnya Noto Subianto anggota DPRD kabupaten Pati yang pada saat itu menjadi ketua PAC PDI Perjuangan Pati Kota. Statusnya saat terpilih dan dilantik adalah sebagai kades aktif, dimana dalam Perbup 56 tahun 2021 kades dan perangkat desa dilarang sebagai pengurus Parpol.

“Danu itu kan statusnya sebagai kades Panjunan, jadi tidak seharusnya sebagai pengurus partai, apalagi sebagai Ketua PAC. Apabila ingin masuk dalam parpol, seharusnya mundur dari jabatannya,” ungkap sumber yang enggan disebutkan identitasnya kepada buseronlinenews. com, Senin ( 27/06).

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) kabupaten Pati Imam Kartiko ketika dikonfirmasi menjelaskan, ” Bahwa aparatur pemerintah desa, kades dan perangkat desa dilarang sebagai pengurus Parpol.

“Dalam aturan sudah jelas, kades dan perangkat desa dilarang mengikuti kampanye Presiden, Legeslatif maupun Pilkada, dan juga dilarang sebagai pengurus Parpol, karena itu termasuk disiplin berat,” terangnya, Selasa (28/06).

Dan ketika ada yang melanggar, lanjut Imam, maka sesuai proses yang bersangkutan akan dipanggil untuk diklarifikasi dan dilakukan pemeriksaan, setelah itu akan direkomendasikan ke atasan.

“Sanksinya sesuai tahapan ada pemanggilan, pemeriksaan, kemudian teguran 1, 2, 3. Kalau tidak diindahkan nanti ada sanksi bisa pemberhentian sementara. Pemberhentian sementara 3 bulan. Ketika tidak diindahkan lagi bisa jadi sampai pemberhentian definitif. Kemungkinan besar ancaman bisa sampai dipecat karena ini disiplin berat, ” tegasnya.

(HR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.