Mudrikah Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur Angkat Bicara Terkait Konflik Di Obyek Wisata Pantai Sereg

banner 468x60

BuseronlineNews.com, CIANJUR – Saya selaku ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur sebenarnya ini tidak dianggap konflik, tapi ini merupakan dinamika, karena pemikiran saya, tidak mungkin tujuan akan tercapai, apalagi dalam hal yang baik, kalau tanpa adanya proses. Nah ini juga mungkin proses, untuk hal itu makanya saya menganggap bahwa ini dinamika, dan itu sudah hal yang biasa. Kemudian juga barangkali perlu saya menyampaikan, sekaligus sosialisasi untuk semuanya, bahwa Karang Taruna itu menurut Permendagri no. 18 tahun 2016 merupakan lembaga kemasyarakatan desa. Dalam hal ini LKD, yang mana LKD ini variablenya tidak hanya Karang Taruna, disitu ada, Posyandu, PKK, RT, RW dan LPM. Dimana Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) ini di semua desa di Kabupaten Cianjur, umumnya Se- Indonesia itu ada. Mungkin kalau di Provinsi lain namanya Lembaga Adat Desa (LAD). Hal yang kemarin terjadi di desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, saya pikir Kepala desa sudah mampu menjalankan amanat Permendagri no. 18 tadi, dimana Kepala desa selaku ayah bagi Karang Taruna dan Karang Taruna sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa diberikan ruang dan kepercayaan untuk mengelola Wisata, Alhamdulillah kawasan wisata Sereg sudah diberikan kewenangan untuk dikelola oleh teman-teman pemuda yang tergabung di Karang Taruna, sehingga teman-teman pemuda pun menyadari, bahwa salah satu sektor yang mampu dan nambah Pendapatan Asli Desa(PAD), salah satunya dari sektor wisata. Sehingga oleh teman-teman Karang Taruna sektor wisata pantai Sereg tersebut dikelola. Alhamdulillah mereka mampu memberikan kontribusi untuk menambah PAD Desa. Kalau tidak salah hampir mencapai 40 juta rupiah. Karena saya menyadari betul yang namanya pemerintah, terutama pemerintahan desa, kalau tidak ditopang dengan sektor-sektor lain tidak akan mungkin menjadi berkembang suatu wilayah ataupun satu desa, seandainya tidak mampu menggali potensi-potensi yang ada. Saya pikir Desa Mekarlaksana merupakan tempat yang akan dijadikan Pemerintahan Kabupaten Cianjur Selatan, itu patut di syukuri dan berbangga hati, oleh karenanya saya selalu mengajak kepada teman-teman yang ada di Sindangbarang, terutama Desa Mekarlaksana harus bangkit dan ambil peran hari ini, jadilah pribumi yang baik dan santun. Karena kemajuan Cianjur Selatan ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” tutur Mudrik.

Kemudian juga lanjut Mudrik, desa Mekarlaksana harus berkembang, dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Jadi jangan selalu menyalahkan ayah kita ataupun orang tua kita dalam hal ini. Kemajuan Desa bukan tanggungjawab Kades bersama perangkatnya semata, tetapi menjadi tanggungjawab kita bersama. Kedepan saya berharap kepada siapapun tolong bijaksana dalam menyikapi berbagai hal dinamika. Yang kita lihat ini kan dalam jangka panjang, bukan sesaat. Sereg ini milik kita bersama, ayo sama-sama bangkit, kita kelola dengan baik. Saya tidak mau lagi ada yang merusak, salah satu contohnya penambangan pasir. Karena Sereg ini adalah merupakan zona wisata, jadi kepada siapapun silahkan untuk ambil peran dalam mengelola Sereg ini dengan baik, karena sesungguhnya ini merupakan aset kita bersama. Di satu sisi bisa menghasilkan salah satu devisa untuk kemajuan desa. Karena akan ada nilai benevit disana, bisa benevit sosial, benevit politik, terutama benevit materi. Sehingga teman-teman kalau ikhtiarnya baik, kerja kerasnya baik, yang terpenting jaga soliditas, jaga kekompakan. Kita adalah saudara, kita adalah keluarga, jadi kemajuan desa Mekarlaksana ini merupakan tanggungjawab bersama,” harap Mudrik.

“Masih lanjut Mudrik, dengan Ormas, OKP atau siapapun kita selalu membuka diri, membuka ruang, karena walaupun bagaimana perlu diketahui stikholder itupun adalah keluarga besar kita, baik teman-teman Ormas ataupun OKP. Karena Karang Taruna itu bersifat stelsel, artinya siapapun warga negara Indonesia, tanpa melihat latar belakang suku, ras, agama dan warna baju itu semua adalah warga Karang Taruna. Jadi kalau kita menyadari hal itu tidak akan pernah ada geving dengan siapapun. Kaitan untuk Sereg, kita terbuka untuk siapapun, karena kembali ke hal tadi, Sereg ini milik kita bersama, ayo kita rawat, kita majukan Mekarlaksana ini sama-sama. Satu hal, disana ada aturan main yang harus sama-sama kita ikuti. Karena apa, prinsip bagi kita, kalau orang mau kerja keras pasti dapat reward, jangan kita berdiam diri ingin mendapat reward, itu tidak mungkin. Jadi sebaiknya kerja dulu baru dapat reward,” pungkas Mudrik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.