Konflik Pengelolaan Obyek Wisata Pantai Sereg Sindangbarang Kab. Cianjur

banner 468x60

Buseronlinenews.com Cianjur – Tempat Pariwisata Pantai Sereg di, desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur masih ada sedikit rmasalah dalam pengelolaannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya perselisihan mengenai pendapatan antara pihak Karangtaruna desa dengan tim Cariman. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan dalam pembagian hasil itu masing-masing mendapatkan 50% dan dalam musyawarah membahas hal tersebut disaksikan oleh Camat Sindangbarang. Namun kesepakatan tersebut, oleh salah satu pihak rupanya dilanggar. Seperti yang disampaikan tim Cariman, Selasa (10/05/2022)

Cariman yang akrab disapa Ceman menuturkan,” konflik ini sebetulnya tidak perlu terjadi jika semuanya menjalankan kesepakatan yang sudah dibuat. Akan tetapi karena salah satu pihak tidak konsisten dengan kesepakatan, maka kejadiannya seperti ini. Munculnya permasalahan ini akibat pihak Karangtaruna desa yang menguasai uang pendapatan dari tiket masuk ke pantai Sereg sejak tanggal 02 Mei hingga 08 Mei yang jumlahnya sebesar 91 juta rupiah, pas kami tanyakan kepada bendahara yang merupakan pengurus Karangtaruna desa uang tersebut hanya tinggal 30 juta sekian, jadi kemana uang yang sebagian lagi. Sementara kami sudah meminjam uang pendapatan tersebut sebesar 14 juta rupiah, seharusnya kami tinggal mengambil sisanya sebesar 31,5 juta rupiah lagi dari jatah 50% tadi. Permasalahan ini sudah sudah coba di musyawarahkan pada Senin 09/05/2022 kemarin namun mengalami jalan buntu. Akhirnya kami menghadap ke Camat Sindangbarang, dan pa Camat bilang akan memanggil Kepala desa Mekarlaksana untuk membahas permasalahan ini. Dan pada Selasa malam kami musyawarah lagi dengan Karangtaruna sekaligus menerima uang dalam amplop, amplop tersebut tidak tahu jumlahnya berapa, karena saya ingin bersama-membukanya dengan tim,” tutur Ceman.

Ada yang lebih heran lagi lanjut Ceman, kedepannya kami tidak akan dilibatkan kembali dalam mengelola obyek wisata ini, sementara jalan masuk ke pantai Sereg menggunakan tanah milik pribadi saya. Sebenarnya sejak awal saya sudah mengeluarkan dana untuk membiayai obyek wisata Pantai Sereg ini, dan tidak ada keterlibatan dari mereka. Kenapa sekarang justru saya yang mau disingkirkan,’ kata Ceman.

Indra Sunggara saat ditemui di kantornya mengungkapkan,” betul mengenai obyek wisata Pantai Sereg itu sudah disepakati bersama, antara pihak desa Mekarlaksana dengan Ceman CS pembagian hasilnya masing-masing mendapatkan bagian 50%. Bahkan saya sudah menyarankan agar segera di perdeskan, agar legal dan tidak dikatakan pungli. Silahkan musyarahkan dengan semua pihak supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengenai permsalahan yang terjadi saya akan segera memanggil Kepala Desa Mekarlaksana untuk penyelesaian dan jangan sampai berlarut-larut. Jika terus seperti ini tentunya akan menghambat juga pada obyek Wisata Pantai Sereg juga,” ungkap Indra.
HDS/AS Ajib

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.