Dampak Dari TPA Pasir Sembung Terhadap Warga Terdekat Mengalami Gatal-Gatal Kulit

banner 468x60

CIANJUR – Jangan mimpi masyarakat Cianjur sehat kalau tempat pembuangan akhir (TPA) berada didekat pemukiman masyarakat,
ungkap salah satu tokoh masyarakat desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Demikian juga menurut Wawan warga bumi mas, sebenarnya pemerintah Kabupaten Cianjur memiliki banyak lahan kosong. Jadi jika serius bisa membangun TPA baru yang jauh dari pemukiman warga.

Ketika tim SKM Buser menemui Acuy selaku ketua RT O1 kampung kandang sapi, desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, mengungkapkan,” warga BTN Cibodas dan kampung Ciranji kena dampak dari TPA pasir sembung ini, mereka mengalami penyakit gatal-gatal, selain itu banyak lalat serta bau busuk yang sangat menyengat, sebaiknya pemerintan Kabupaten Cianjur segera memindahkan TPA pasir sembung ini, supaya jauh dari pemukiman warga,,” ungkap Acuy

Menurut Ayi masih warga desa Sirnagalih,” permasalahan ini pernah mau saya bicarakan dengan Kasi TPA, namun yang bersangkutan selalu tidak ada di kantornya. Karena kalau dibiarkan terus mengenai sampah ini akan semakin parah. Bayangkan saja sampah yang masuk ke TPA ini setiap harinya kurang lebih dua ribu kubik dan setiap sampah yang datang harus bayar sebesar Rp. 20.000 perkubik,” tutur Ayi

Hilman mahasiswa unsur menambahkan,” tempat pembuangan sampah di beberapa wilayah di Kabupaten Ciianjur ini menjadi sorotan publik, terutama bagi warga yang berdomisili disekitar tempat tersebut. Beberapa alasan yang mengakibatkan masyarakat sekitar menjadi korban dari kegiatan pengelolam sampah yang di anggap tidak efektif, sehingga masyarakat merasa terganggu dan merasa dirugikan. Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya, masyarakat sekitar hidup ditengah-tengah aroma bau sampah yang menyengat, ditambah yang timbul akibat sampah tersebut menjadi penyakit yang menyerang masyarakat yang diduga akibat dari pengelolaan sampah di TPA pasir sembung tidak dikelola dengan baik, sehingga sampah semakin menggunung, dan permasalahan di masyarakat semakin meluas. Selain masyarakat tekena penyakit gatal-gatal, gangguan pernapasan dan banyak lalat yang menyerang ke pemukiman warga, lebih di khawatirkan warga gulungan sampah tersebut ketika musim hujan akan semakin menjijikan, dan jika permasalahan ini dibiarkan terus, maka masyarakat sekitar menjadi tidak sehat. Untuk itu Kepada Intansi terkait dan penegak hukum agar mengusut tuntas mengenai permasalahan sampah tersebut,” imbuhnya.

(RONI.P)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.