Diduga Bangunan Lumbung Dikadudampit Dipakai Untuk Tempat Usaha Pribadi Ketua Poktan

Sukabumi – Pembangunan Lumbung Padi Dari program Dinas Pertanian Digulirkan dan dilaksanakan Sekitar Tahun 2017-2018 lalu, Bangunan tersebut Diperuntukan Untuk Menyimpan dan menampung Hasil tani Dari warga dan Para anggota Kelompok tani.

Begitupun Didesa Cikahuripaan Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi, salah satu kelompok taninya mendapatkan anggaran tersebut sesuai dengan pengajuan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

Akan tetapi beberapa Tahun berselang bangunan tersebut diduga alih fungsi menjadi tempat usaha pribadi milik oknum ketua kelompok tani yang mengelola bangunan tersebut.

Salah satu warga sekitar bangunan Lumbung yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, Sebelumnya memang benar selalu ada kegiatan dibangunan lumbung tersebut, bahkan untuk pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pun, dibagikan ditempat ini, terangnya.

Tapi entah kenapa akhir-akhir ini bangunan tersebut dipakai untuk berjualan ayam potong dan mebel kusen pintu dan jendela.
Bahkan pembagian BPNT pun sudah tidak ditempat ini lagi, jelasnya.

Saat di konfirmasi Dirumah kediamannya ketua kelompok Tani yang mengelola bangunan lumbung Iyus, mengakui ada nya penggunaan bangunan lumbung untuk produksi mebel dan jualan kayu kusen.

pihaknya pun menyangkal, bahwa berjualan dan produksi mebel tersebut bukan di tempat bangunan lumbung.
akan tetapi di samping bangunan lumbung miliknya.

Iyus pun menambahkan, bahwa pihaknya masih menerima gabah dari petani dan warga, untuk ditampung dilumbungnya, yang itu pun gabahnya dari hasil panen yang kurang bagus, tuturnya.

Pria yang menjadi pengurus pamsimas di desa cikahuripan ini pun mengaku bangunan lumbung tersebut masih dipakai untuk kepentingan dan kegiatan masyarakat, dan tidak menggangu lumbung, karena usahanya dilakukan di tanah pribadi miliknya. Bebernya

Hal yang berbeda di utarakan iyus dengan hasil investigasi media, yang mana pada kenyataanya pembagian BPNT tak lagi ditempat lumbung tersebut

Disinyalir ketua Poktan itu tidak bisa lagi bekerja sama untuk menjual beras dengan pihak Agen 46. bersambung.

(Hds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *