Gubernur Bengkulu Vaksin Ke 2 BPBD Memasang 6 Tenda Darurat Mengantisipasi Covid-19

BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah beberapa hari yang lalu kembali menjalani swab, dan hasilnya dinyatakan negatif, “syukur alhamdulilah, kembali swab dan hasilnya negatif. “ini tentu saja hasil buah dari optimisme dan ikhtiar dalam menjalankan pemulihan. Serta imun pasca mengikuti vaksin 2 kali sebelumnya. “Hingga kini dan selanjutnya, prokes tentu tidak boleh di remehkan ujar Rohidin.
“Menurutnya, semua ikhtiar juga strategi untuk menekan angka Covid-19 harus dilakukan, sehingga sangat dibutuhkan kedisiplinan bersama. dengan demikian mudah-mudahan semakin kuat. Disamping itu kita juga harus diiringi dengan do’a sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah.
“Prokes yang kita lakukan, vaksinasi, pembatasan aktivitas sosial, bahkan apd yang dikenakan para tenaga kesehatan adalah bentuk ikhtiar. sehingga nantinya kita bisa terhindar dari wabah yang telah terjadi dan mendunia ini kata gubernur.
“Lebih lanjut gubernur menjelaskan. “Tidak perlu ada pengiringan issu dengan bermacam dalil, yang ujungnya menyatakan kalau wabah itu tidak ada. “Situasi pandemi seperti ini solidaritas dan kepedulian untuk saling menguatkan serta melindungi tetap produtif dan dibutuhkan, semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Yang Maha Kuasa pungkas Rohidin.
“Dilain pihak, Badan Penanggulangan Bencan Daerah BPBD Provinsi Bengkulu, Edi Susanto B MM selaku sekretaris BPBD Provinsisi Bengkulu kita sudah mendirikan 6 tenda darurat untuk penanganan Covid-19 ini. “Keenam tenda darurat itu diantaranya 2 unit di rumah M. Yunus, kemudian masing masing 1 unit di Rumah Sakit Rafflesia, Gading medika, Tiara Selah dan Laboratorim Kesehatan Provinsi ( Labkesprov).
Pemasangan tenda darurat itu juga penyesuaian atas permintaan masing-maing RS untuk antisipasi lonjakan pasien, ungkap Edi.
Dilanjutkannya, kalau pendirian tenda darurat di Labkesprov, dipergunakan untuk ruang tunggu bagi yang datang hendak swab maupun PCR. Mengingat gedung Labkes sedang dalam proses rehab. “Pendirian tenda ini juga merupakan bentuk kesiap-siagaan, terutama dalam menghadapi kondisi melonjaknya jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RS,” terang Edi.
Menurutnya, jika nanti dibutuhkan penambahan tenda darurat, pihaknya siap membantu. Pemasangan tenda darurat yang dilakukan tim Logistik BPBD Provinsi Bengkulu ini, sudah dirampungkan Senin (12/7), dengan menggunakan jenis tenda sekolah dan tenda pengungsi. Dalam kesempatan ini pihaknya tetap mengajak masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Selain itu tentu mematuhi kebijakan yang diambil pemerintah, terutama dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 seperti pelaksanaan vaksinasi. Seluruh elemen masyarakat tentunya harus berperan, sehingga nantinya upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 bisa terwujud,” demikian Edi.

(THOMAS EDISON)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *