Tim SAR Temukan 6 ABK Kapal Tenggelam di Laut Kalbar, 34 Orang Masih Diduga Hilang

KALBAR – Sebanyak 18 kapal nelayan di perairan Pontianak, Kalimantan Barat {Kalbar}, diduga tenggelam akibat diterjang hantaman ombak karena cuaca buruk. Tim SAR gabungan telah menemukan 6 korban. Pada, Senin (10/7/2021), atau hari keenam pencarian, Tim SAR TNI-AL yang tergabung dalam Operasi SAR Gabungan Basarnas telah berhasil menemukan enam korban. Dua korban ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan empat korban lainnya sudah meninggal dunia. “Korban selamat bernama Aris (27) asal Pontianak dan Maulana (20) asal Sungai Kakap, keduanya merupakan ABK KM Kawan Lama 999 yang ditemukan Tim SAR TNI-AL dalam keadaan selamat yang langsung memberikan pertolongan pertama di atas Kapal KRI Kerambit-627,” kata Panglima Kamando Armada {Pangkoarmada}, Laksamana Muda TNI Abdul Rlasyid, dalam keterangannya, Selasa (20/7/202). Sedangkan 4 korban lainnya telah meninggal dunia, telah diserahkan ke Posko SAR gabungan untuk proses lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam operasi gabungan ini, TNI-AL telah menyerahkan dua pesawat patroli maritim, 2 pesawat udara NN235 P-8305 dan Cassa MPA P-8203, 2 kapal Perang KRI Kerambit-627 dan KRI Clurit-641, 2 kapal Patroli Angkatan Laut Kal Lemukutan dan Kal Sambas, serta Tim SAR Lamtamal XII Pontianak {Kalbar}. TNI-AL telah menyatakan akan memaksimalkan kembali pencarian dan pertolongan korban dalam mendukung operasi SAR gabungan yang digelar oleh Basarnas. Dengan menyerahkan potensi yang dimiliki TNI-AL, baik personel maupun alutsista akan damaksimalakan dalam misi kemanusiaan yang merupakan salah satu implementasi pelaksanaan perintah Pimpinan TNI AL, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI, Yudo Margono kepada jajarannya,” kata dia. Hingga Selasa (20/7) atau hari ketujuh Operasi Gabungan SAR, 104 orang telah ditemukan yang terdiri atas 83 oarang selamat dan 31 orang dalam keadaan meninggal dunia. Hingga kini, Tim SAR masih terus mencari 34 orang lainnya. “Dilaporkan setidaknya ada 17 kapal nelayan yang mengalami insiden di Laut Natuna Selatan, hingga perairan Kepulauan Karimata pada, Rabu (13/7) dan Kamis, (14/7/2021) pekan lalu.

Kapal-kapal yang terlibat dalam kecelakaan tersebut terdiri dari 14 kapal nelayan, 2 kapal Tugboad, dan 1 yacht dilaporkan hilang, terdampar, hingga tenggelam. Sebanyak 138 orang berada di dalam kapal-kapal tenggelam tersebut. Sementara itu, Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi mengatakan, pencarian menggunakan metode penyelaman di titik-titik tertentu apabila telah memungkinkan, baik dari segi cuaca maupun lainnya. “Hingga saat ini jumlah KM yang tercatat tenggelam dampak cuaca buruk menjadi 18 unit, kemarin tercatat juga dilaorkan unit KM pemancing yang juga dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Pantai Kijing, yang ke semua anak buah kapal ABK sebanyak tiga orang selamat,” kata Yopi. Berdasarkan data SAR Pintianak, total ABK yang menjadi korban sebanyak 138 orang, yang terdiri atas 81 orang ditemukan selamat, 42 orang dalam pencarian, dan 15 orang ditemukan meninggal. “Ombak tinggi yang terjadi di wilayah perairan Kalimantan Barat pada l, Selasa (13/7) malam telah membuat setidaknya 18 unit kapal motor nelayan tenggelam. “Pencarian di laut diperluas menjadi 2.300 nautical mile, kemudian dari udara seluas 3.000 nautical mile, dan melalui pesisir mulai dari pesisir Pantai Tanjung Bangkai hingga ke pesisir Pantai Jungkat untuk kemungkinan terdampar di pesisir pantai,” ucapnya.

Rilis {Saydi./Rusmadi}.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *