Diduga, Kawasan Hutan Mangrove Dijadikan Ajang Bisnis

Bintan(KEPRI)-Demi mengaup rupiah jembatan lintas barat jadi saksi bisu, Kawasan hutan mangrove di kawasan jembatan tersebut desa tembeling kini terdengar di perjual belikan dengan alasan persekongkolan penerbitan surat sporadik disertai jual beli antara pengusaha dan kepala desa (KADES)tembeling,Samsul bahari.kec,teluk bintan,kab bintan.

“Menurut nara sumber,hal itu disampakan langsung warga asli pulau ladi desa tembeling inisial (K) kepada media ini Buseronlinenews.com.iya kecewa terhadap kepemerintahan desa tembeling”menjelaskan,iya mencoba mengurus surat lahan mangrove ke kantor desa tembeling akan tetapi tidak di gubris Alasan nya karna lahan mangrove.sementara itu kalau pengusaha kenapa bisa terbit suratnya,sepertinya ada permainan materi.bahwa lahan mangrove yang diduga dijual disepakati oleh Kepala Desa Tembeling tersebut dengan harga puluhan juta hingga ratusan juta,dengan ukuran lahan 2 HA.terangnya.

“Samsul bahari mengakui,mengenai hutan bakau/mangrove tersebut.tidak boleh di perjual belikan demi kepentingan tersendiri.maka dari itu dia akan memanggil penjual dan pembelinya untuk di mediasikan di karnakan berkasnya ada stempel/Cap desa tembeling dan di tanda tangani.paparnya saat di temui senin(15/7/21)yang lalu.

Menurut UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan,Pembabatan hutan mangrove sangat jelas dilarang meskipun dengan berbagai alasan apapun,apalagi di perjual belikan.

Dalam pasal 50 disebutkan,bahwa setiap orang dilarang melakukan pengrusakan hutan dengan alasan apapun termasuk untuk kepentingan pribadi.”sementara,dalam pasal 78 secara jelas telah disebutkan ketentuan pidananya yakni paling lama 15 tahun denda 10 milyar rupiah.
Akan tetapi,Samsul bahari,tidak gentar dan kebal hukum meskipun ancaman pidana bagi pelaku pengrusakan hutan sangat berat.

“Pasalnya,Kepala Desa tersebut diduga kuat mengesahkan menjual 2 HA kurang lebih hutan mangrove di desanya dengan modus menerbitkan surat sporadik terlebih dahulu.
Di sisi lain diduga,masih ada lahan yang di perjual belikan oleh samsul bahari.yakni lahan atas nama ibu,RIKA dan lahan orang yang biasa di sebut lahan orang kapal.dikarenakan sedang PPKM soal penuntutan lahan yang di jual sementara di cancel.

Hutan mangrove dapat ditemukan di kawasan beriklim tropis di seluruh dunia dan sedikit di kawasan subtropis. Negara kita sendiri merupakan rumah terbesar bagi hutan mangrove dunia.Ini berarti tugas kita untuk menjaga lingkungan pantai lebih besar dari warga negara lainnya.

Sayangnya,tugas kita tidak lagi mudah karena sebagian hutan mangrove di Indonesia kondisinya kritis.khususnya di pemkab bintan di perjual belikan oleh oknum-oknum nakal yang tidak mau bertanggung jawab,Namunkita harus terus berjuang untuk menyelamatkan hutan mangrove kita agar dapat menginspirasi dunia untuk mengambil tindakan yang sama terhadap hutan mangrove.

(Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *