Kapolres Bartim Akbp. Afandi Eka Putra Sh,Sik,Pimpin Pers Rilis Kasus Pencurian Dan Tipikor Dana Desa

KALTENG- Meskipun suasana hujan rintik rintik,kapolres bartim pimpin langsung acara pers rilis 2 kasus berbeda yaitu pencurian dan pemberatan serta tindak pidana kuropsi dana Desa,kedua kasus tersebut dimulai dari kasus pencurian dan pemberatan yang dilakukan oleh mantan karyawan PT,SBG yang bergerak dibidang pertambangan di wilayah Barito Timur kalteng,dilokasi tersebut ada beberapa alat berat 1 exapator,1 buah doser,1 buah louder,serta 4 buah mobil tronton yang ditinggal sebab tidak ada aktifitas selama ini,dan karyawan pun sdh tidak ada aktifitas sama sekali,rupanya karna alat tersebut ditinggal begitu saja maka timbul pemikiran mantan karyawan tersebut untuk menjual dengan cara dipotong jadi besi tua ,melihat barang sudah tidak ada lagi dilokasi sehingga sang pemilik merasa kehilangan barang,maka dibuatlah laporan kepada kepolisian resort Bartim bahwa terjadi kehilangan barang yang diperkirakan kerugian 4,5 Milyar.kamis 8/07/2021.

Adapun para pelaku berjumlah 6 orang yang saat ini sudah dilakukan proses dan penahanan 2 orang perempuan yang diduga sebagai pelaku utama ,saksi dan barang bukti telah diperiksa,untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. Barang yang diambil telah terjual namun yang sebagian telah disita sebagai bukti yaitu berupa 1 unit mobil App sebagai pengangkut barang hasil curian,hp dompet dan ATM milik tersangka.
Pasal yang disangka kan 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara.

KADES KALI NAPU TERANCAM MASUK BOI,400 JT TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN.

Untuk kasus dugaan korupsi mantan kepala Desa kali napu berinisial JS Tahun anggaran 2017 saat ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian resort Barito timur,dengan melakukan pemeriksaan saksi kurang lebih 30 orang,pemeriksaan fisik bersama tim audit,penyitaan barang bukti pengadaan yang saat itu Desa Kali napu mendapat Dana Desa sebanyak 1,200,000.000.M.
Mantan Kades yang diduga telah melakukan tindak pidana kuropsi telah dilakukan penahanan dipolres Bartim untuk dilakukan pemeriksaan kembali,hal tersebut dilakukan untuk melihat apakan ada tersangka baru dalam keterlibatan penggunaan atas anggaran yang mengakibatkan kerugian uang negara,berdasarkan hasil penyidikan bahwa memang terjadi penyelewenngan anggaran dana desa tahun anggaran 2017, diperkirakan kerugian sebesar 400 jt, sehingga atas dugaan kerugian tersebut pihak polres melakukan pendampingan bersama tim audit untuk melakukan pemeriksaan.dari hasil pemeriksaan kurang lebih 400 jt tak dapat dipertanggung jawabkan,sehingga berakibat membawanya ke jeruji besi.
Adapun pasal yang akan dikenakan yaitu pasal berlapis yang pertama pasal 2 ayat 1dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun atau paling lama 20 tahun,atau denda paling sedikit 200 jt dan paling banyak 1 M,demikian katanya.

( Binaria )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *