Wartawan Hendak Konfirmasi Sama Pemdes, Di Jawab Dengan Bogem Mentah Dari “Preman”

Majalengka-Dua orang wartawan dari media Cetak dan Online, hendak konfirmasi ke pemdes (Pemeritah Desa) Mekarwangi kecamatan Lemah Sugih kabupaten Majalengka, di jawab dengan “bogem mentah” sang preman,

Kedua wartawan itu yakni Soleman dari media online dan cetak fokus berita Indonesia, dan dari media warta Jabar, keduanya mendapatkan intimidasi dari sekelompok preman yang memakai emblem salah satu ormas hingga melayangkan bogemannya ke arah wajah pekerja sosial control (wartawan)

Sungguh ironis dikantor pemerintahan mendapat wartawan yang merupakan mitra kerjanya mendapati intimidasi hingga kekerasan pisik, sungguh sangat disayangkan sikap arogansi yang dipertontonkan pemdes dikantornya terhadap tamu pekerja sosial control, “bak bertamu ke sarang macan yang siap mengganyang mangsanya.

Begini dalam Pers rilisnya PWI (Persatuan Wartwan Indonesi) Jawa barat, ketua PWI Jawa barat, Hilman Hidayat, “mengutuk tindakan kekerasan terhadap pekerja jurnalistik”, terkait peristiwa perundangan terhadap dua wartawan oleh sejumlah anggota ormas di kantor desa Mekarwangi kabupaten Majalengka.

“Kami mengutuk keras kepada pihak-pihak yang melakukan kekerasan fisik terhadap pekerja jurnalistik” kata Hilman dalam pers rilis yang dikeluarkan nya.

lanjut Hilman, apabila Dilapangan ditemukan pelanggaran kode etik jurnalistik, atau penyalahgunaan profesi wartawan, maka sudah ada aturan mainnya sesuai Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers, bahkan menurut Hilman, jika ada perselisihan akibat dari proses kerja jurnalistik maupun produknya, maka selesaikan saja secara hukum yang berlaku, tidak melakukan penghakiman secara fisik, seperti yang terjadi di Desa Mekarwangi kabupaten Majalengka itu.

Seperti diketahui tindakan kekerasan terhadap dua wartawan yakni Soleman wartawan fokus berita Indonesia dan Warya Ayotondoan wartawan Warta Jabar, oleh sejumlah anggota Ormas, yang bermaksud mengkonfirmasikan bahan berita kepada kepala Desa setempat pada Senin 28/06/2021.

Kedua wartawan tersebut mendapat perlakuan yang kurang pantas, hingga Soleman dihajar wajahnya hingga berdarah pada bagian hidung. Peristiwa intimidasi dan kekerasan itu terekam dalam video berdurasi 2 menit 42 detik, dalam Video itu, jelas kedua wartawan tersebut mendapat tekanan dan kekerasan. Tegasnya,

Sementara sejumlah media dijawa barat sampai saat ini, wartawannya masih terus memberitakan sekandal pemukulan terhadap rekan profesinya.

(Res Ap*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *