Guna Pengembangan Keparawisataan, Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Luwu Segera Dorong Ranperda RIPPDA

LUWU, BuseronlineNews.com – Tandi Raja SP.M.Si adalah putra asli tanah luwu asal Basse Sangtempe (Bastem) saat ini menahkodai Dinas Parawisata Kabupten Luwu sangat berharap sektor Kebudayaan dan Parawisata dapat digabung menjadi satu demi memperkaya keragaman Obyek Wisata di daerah yang berjuluk,” Bumi Sawerigading.

POTENSI Wisata di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan merupakan icon yang sangat penting untuk di kembangkan,pasalnya patut dikatakan tidak kalah menariknya,jika di bandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Sulawesi Selatan yang telah menjadi tujuan destinasi wisata selama ini.
Hanya saja belum tersentuh dengan tangan yang tepat sehingga belum terkelola dengan baik,akibatnya potensi wisata diaerah yang kaya akan,” panorama alamnya,menjadi tidak populer dimata wisatawan domestik,terlebih lagi wisatawan manca negara.

Kabupaten Luwu yang terletak disebelah utara Ibu Kota Sulawesi Selatan ini,sangat banyak memiliki potensi wisata,seperti obyek wisata pantai,wisata keindahan pemandangan alam pegunungan, wisata air terjun dan wisata budaya.
Lantaran tidak didukung dengan sarana infrastruktur dan promosi wisata yang memadai,sehingga kurang dikenal kalangan wisatawan.

Bahkan mengenai adanya potensi wisata budaya itu sendiri,terdapat kuburan erong atau kuburan warisan peradaban purba di Desa Lange Kecamatan Basse Sangtempe(Bastem), justru dapat dikembangkan menjadi salah satu icon tujuan destinasi wisata pavorit,yang hingga saat ini masih sangat tersembunyi dibalik indahnya panorama alam pegunungan.

Terlebih lagi dengan adanya kebijakan Bupati Luwu DR.H.Basmin Mattayang, M.Pd untuk memprioritaskan pengembangan dunia usaha pariwisata,salah satunya akan menjadikan Kecamatan Latimojong sebagai tujuan destinasi agrowisata.

Hal inilah yang membuat Kadis Parawisata Kabupaten Luwu Tandi Raja.SP. M.Si segera mendorong Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) serta Rencana Induk Pengembangan Parawisata Daerah (RIPPDA) untuk dibahas oleh DPRD Luwu,dan tentunya tak lain untuk dijadikan acuan regulasi dalam mengembangkan sejumlah tujuan destinasi wisata,dengan berbagai pilihan yang dapat menarik arus kunjungan wisatawan nantinya.

Hal tersebut dikemukakkan Tandi Raja pada Kamis (14/1/2021) pada awak media ini diruang kerjanya,” jadi terkait adanya langkah kita untuk mempersiapkan Ranperda RIPPDA ini,maka sangat diharapkan nantinya dapat memacu pengembangan sektor keparawisataan di tanah luwu ini,”ujarnya.

Lanjut ia menyampaikan,jadi kita juga sangat membutuhkan saran dan masukan dari berbagai elemen dan komponen masyarakat tanpa terkecuali seperti dari rekan-rekan Pers dan LSM agar turut berpatisipasi terhadap penyusunan Ranperda tersebut,” harapnya.

Menurutnya, bahwa dikembangkannya keragaman potensi setiap obyek wisata di Kabupaten Luwu ini,maka itupun dapat menumbuhkan kehidupan Ekonomi kerakyatan menurut asas pemerataan, karena kita memiliki keragaman potensi parawisata yang hampir menyebar di seluruh Kecamatan sesuai karakteristiknya masing-masing.

“Jadi dengan adanya pengembangan dunia usaha parawisata, selain dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat,khususnya pada tempat-tempat obyek wisata akan tetapi dapat pula meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna membiayai program pembangunan berkelanjutan,” imbuh mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabuapaten luwu itu.

Bagi saya,kata mantan Camat Bua dan Camat Basse Sangtempe tersebut bahwa menjadi Kepala Dinas Parawisata merupakan sebuah amanah yang diberikan oleh Allah swt melalui Bapak Bupati Luwu,harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Dikemukakkan lebih lanjut, seperti adanya rancangan program pengembangan kawasan agro wisata di Kecamatan Latimojong yang digagas Bapak Bupati,Kita dari Dinas Parawisata tentunya akan selalu siap melaksanakannya,” jadi apa yang telah menjadi atensi pimpinan,maka itu menjadi skala prioritas untuk dilaksanakan,”pungkasnya.

Apalagi saat ini akses jalan sedang dibangun untuk diperlebar,tentunya untuk mendukung rencana pengembangan kawasan agro wisata di Kecamatan Latimojong tersebut,” ungkap salah satu Birokrat dilingkup Pemerintah Kabupaten Luwu yang terkesan sangat familiar.

Pada prinsipnya bahwa mengenai pengembangan keparawisataan ini,sambungnya,tentunya merupakan sebuah tantangan yang mesti mengedepankan Inovasi karena sangat berhubungan dengan kebutuhan manusia dalam melakukan wisata yang aman,nyaman dan menyenangkan,” jadi faktor infrastruktur mesti lebih awal disiapkan melalui sistem perencanaan matang dan akuntable agar memberikan daya tarik bagi kalangan wisatawan,” bebernya.

Selain itu tuturnya lebih lanjut, sehingga faktor promosi jualah yang sangat menentukan,” Apalagi akan ditingkatkannya Bandara Laga Ligo Bua, agar nantinya dapat melayani penerbangan pesawat yang berbadan lebar,tentunya hal tersebut akan memberi nilai tambah yang sangat positif terhadap pengembangan keparawisataan di Kabupaten Luwu ini kedepan,”pungkasnya.

Lebih lanjut Sang Kadis yang terbilang santun dan terbuka kepada wartawan menjelaskan namun hal tersebut harus pula didukung dengan Perda RIPPDA dan RIPOW ( Rencana Induk Pengembangan Obyek Wisata),” Untuk tahun 2021 ini,kita agendakan penyelesaian Perda RIPPDA kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Ranperda RIPOW, karena pada intinya kita di Dinas Parawisata tidak mau bekerja dengan program yang tidak terencana atau kerja dadakan,” tutup Tandi Raja.

Rillis (Bang Jur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *