Merajut Keberagaman Melalui Buka Bersama Lintas Iman

Sleman – SKM Buseronlinenews.com Buser TV – Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung menginisiasi pertemuan lintas agama yang dikemas dalam kegiatan Buka Bersama Lintas Iman. Acara yang dihadiri oleh pemuka agama tersebut digelar di Gedung Belarasa Jalan Empu Panuluh No 377 Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah lstimewa Yogyakarta, Sabtu (08/05/2021).

Turut serta dalam acara tersebut Dukuh Pringwulung, Lurah Condongcatur, Panewu Depok, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kapanewon Depok.

Buka bersama ini dipilih sebagai ajang silaturahmi, menjalin kebersamaan dan membangun komunikasi antar sesama manusia. Selain itu juga sebagai wujud bersyukur kepada Tuhan melalui berbagi kasih antar pemeluk beragama.
Romo Sapto Pr tokoh agama Katholik dalam sambutannya mengatakan bahwa
persamaan sebagai manusia menjadi modal berharga dalam menyejahterakan umat. “Walaupun kita berbeda keyakinan, kita sama-sama mempunyai visi agar umat lebih sejahtera, hal demikian menjadi salah satu tujuan dari pertemuan ini,” ujar Romo Sapto.

Panewu Depok Abu Bakar berharap
sengan adanya pertemuan seperti ini, tentunya akan semakin mempererat silaturahmi dan persudaraan sesama lintas agama yg ada di Kapanewon Depok.
“Pertemuan yang dikemas dalam buka bersama lintas iman akan bisa menumbuhkan persatuan sesuai dengan nilai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI), ” tutur Abu saat memberikan sambutan.

Sementara itu Dr. KH. Sofiyullah Muzammil dari unsur ormas NU yang juga Wakil Dekan Fakultas Ushuludin dan Pemikir Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut berharap dapat dijadikan momen kebersamaan dalam membangun nilai dasar Pancasila.
“Hidup rukun dan gotong royong menjadi modal dalam membangun persatuan bernegara. Mari kita bersinergi dan lebih banyak menyamakan persamaan daripada menonjolkan perbedaan,” jelas Sofiyullah yang sehari-hari juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al Ashfa ini.

Pendeta Eka S dari GKJ Maguwoharjo juga berharap agar lebih banyak dan sering diadakan acara seperti ini. “Saya juga berharap ada forum rutin sehingga bisa lebih saling kenal dan bisa menghormati semua perbedaan yang ada,” katanya.

Merespon hal tersebut, Mahendra dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI) mengucapkan terimakasih telah diajak bergabung dalam forum.
“Semua manusia adalah Mahluk Tuhan yg sama. Perbedaan keyakinan dijadikan menjadi pemersatu bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Rilis (SUPANI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *