Reskrim Polsek Mlati berhasil ungkap kasus tindak Pidana Penganiayaan

Sleman – SKM Buseronlinenews.com Buser TV – Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto, SH,MM yang didampingi Panit Reskrim Ipda M Safiudin, SH, MH dan Kasihumas Aiptu Budi Eka Waskita, Pimpin gelar Press Release kasus tindak pidana, Penganiayaan yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 01 Mei 2021 sekitar jam 02.00 Wib, di Aula Polsek Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah lstimewa Yogyakarta, Senin (03/05/2021).

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto, SH, MM menjelaskan, Berdasarkan Laporan Polisi: LP/62/V/2021/DIY/RES-SLM/SEK-MLT, tanggal 1 Mei 2021. tentang tindak pidana Penganiayaan
di Jl. Sinduadi Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman bahwa pada hari Sabtu tanggal 01 Mei 2021 sekiran jam 01.30 Wib, terjadi keributan di dekat Warung Bakmi Surabaya Jl. Godean Km. 4 Dsn. Kajor, Nogotirto, Gamping, Sleman antara Pelaku dengan Saksi “GLH” (teman Korban I dan II) yang disebabkan Pelaku dan Saksi “GLH” saling adu pandang sehingga Pelaku emosi dan mengeluarkan sebilah belati kemudian digunakan untuk menusuk perut Saksi “GLH”, namun Saksi “GLH” bisa menghindar. Kemudian Saksi “GLH” lari ke seberang Jl. Godean berteriak minta tolong. Selanjutnya pelaku melemparkan belati ke arah GLH yang berada di seberang jalan.

Mendengar ada keributan di luar Warung Bakmi, Saksi “PDR” (teman Pelaku) yang sedang makan langsung keluar warung lalu mengajak Pelaku untuk pergi dari tempat tersebut. Ditengah perjalanan ternyata Saksi “GLH” bersama dengan teman-temannya mengejar Pelaku sambil meneriaki untuk berhenti, namun Pelaku dan Saksi “PDR” tersebut tidak menghiraukan, sehingga pada saat Saksi “PDR” yang mengemudikan sepeda motor akan membelokkan kendaraanya masuk kampungnya, di Wilayah Trihanggo, Gamping, Sleman, ada salah satu rombongan Saksi “GLH” yang melempar batu dan mengenai pinggang Pelaku, kemudian Pelaku menghasut Saksi “PDR” dan pengendara lain yang melintas di Jl. Kabupaten kalau ia telah kena bacok oleh rombongan “KLITIH” yaitu rombongan Saksi “GLH” yang sebelumnya mengejar pelaku tersebut.

Mendengar teriakan pelaku yang meneriaki rombongan Saksi “GLH” sebagai “KLITIH” tersebut, Pelaku dan beberapa pengendara yang melintas di Jl. Kabupaten tersebut balik mengejar rombongan Saksi “GLH” sambil terus meneriaki KLITIH sehingga rombongan saksi GLH dan para korban berusaha menghindari kejaran hingga sampai akhirnya terjebak jalan buntu/portal di Dsn. Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman, selanjutnya rombongan Saksi “GLH” dan para korban berlari berhamburan meninggalkan sepeda motornya.

Pada saat rombongan Saksi “GLH” dan para korban berlari, Pelaku langsung turun dari boncengan Saksi “PDR” kemudian mengejar sambil mengeluarkan sebilah pedang/parang dari balik celananya dan mengayun-ayunkan parang lalu membacoki para Korban dengan parang.
Pelaku membacok Korban I dengan menggunakan parang sebanyak 1 (satu) kali mengenai telapak tangan Korban I, setelah itu pelaku berganti mengejar Korban II yang bersembunyi di pojok bangunan pinggir jalan, lalu Pelaku membacoki Korban II sebanyak 3 (tiga) kali mengenai lengan tangan atas bagian siku sebelah kiri, lengan tangan bawah sebelah kiri dan punggung telapak tangan sebelah kirinya. Setelah selesai melakukan pembacokan, Pelaku tersebut meninggalkan Korban II lalu menyembunyikan sebilah parang di teras rumah warga.

Akibat pembacokan tersebut, Korban I mengalami luka sobek pada telapak tangan sebelah kiri sedangkan Korban II mengalami luka sobek pada lengan tangan atas bagian siku sebelah kiri, lengan tangan bawah sebelah kiri dan punggung telapak tangan sebelah kirinya.

Pelaku insial “NNG” 21 Th, Islam, Ojek Online, d.a. Trihanggo, Gamping Sleman, sedangkan
a. Korban I : “BGS” 18 Th, Islam, Pelajar/Mahasiswa, d.a. Nogotirto, Gamping, Sleman;
b. Korban II : “ALF” 18 Th, Islam, Pelajar/Mahasiswa, d.a. Nogotirto, Gamping, Sleman. Adapun saksi,
a. GLH, laki-laki, alamat Nogotirto, Gamping, Sleman (teman korban)
b. PDR, Laki-laki, alamat Trihanggo, Gamping, Sleman (teman Pelaku), serta 5 (lima) orang saksi lainnya keberatan disebut namanya.

Modus operandi yang digunakan,
Pelaku melakukan penganiayaan dengan cara membacok Korban I dan Korban II dengan sebilah parang ukuran panjang ± 60 Cm.

Tersangka ditangkap pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2021 sekira jam 03.00 Wib, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya peristiwa kekerasan tersebut petugas dengan dibantu warga berhasil mengamankan pelaku di sekitar TKP beserta dengan barang bukti sebilah parang yang dibuang oleh Pelaku.

Barang bukti yang diamankan,
a. Sebilah parang panjang ± 60 (enam puluh) cm dengan gagang terbuat dari bahan kayu warna coklat tua,
b. Sebilah belati dengan panjang ± 30 (tiga puluh) cm warna hitam,
c. 1 (satu) unit sepeda motor Honda vario warna putih Nopol: AB-3615-UU,
d. 1 (satu) buah jamper warna abu-abu milik Korban I,
e. 1 (satu) buah kaos warna hitam milik Korban II.

Pasal yang disangkakan
Terhadap Tersangka “NNG” disangka telah melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (2) KUHP.
Ancaman Hukuman penjara selama lamanya 5 tahun.

Yang hadir dalam pelaksanaan gelar Pers Release tersebut,
1. Iptu Noor Dwi Cahyanto, SH, MM Kanit Reskrim
2. IPDA M Safiudin, SH, Panit Reskrim.
3. AIPTU Budi Eka Ps Kasihumas Polsek Mlati
4. Beserta wartawan media. Kegiatan berlangsung lancar dan aman sesuai protokol kesehatan, jaga jarak, semua memakai masker, mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir.

Rilis (SUPANI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *