Sempat Di Pinjamkan, Tanah Darat Seluas 213 Meter Persegi Ditarik Sang Pemilik

banner 468x60

Tanah darat seluas 213 meter persegi, puluhan tahun sebelum tahun 2000, dipinjamkan ke pemerintahan Desa Cikendung sebagai tempat berdirinya kantor/ Balai Desa, oleh keluarga Ramli, warga setempat tanpa perjanjian jelas, usai gelaran Pilkades tahun 2000, mendadak sang pemilik menarik peminjamannya, kepada pihak Pemdes, tanpa pemberitahuan dan konfirmasi sebelumnya.

Konon berdasarkan kesepakatan musyawarah oleh para tokoh pada saat itu. Berhubung pemdes tidak memiliki dana, terpaksa Maksud Kades yang baru menjabat, akhirnya membayar dengan uang pribadi dan atas nama pribadi pula, kepada pemilik yang bernama Ramli, saat itu yang bersangkutan berumur 65 tahun, warga setempat dengan harga yang di sepakati sebesar Rp. 2.500.000 (Dua juta lima ratus ribu rupiah) tempo 1 bulan. dengan tujuan menyelamatkan proses kegiatan pemerintahan Desa yang baru sesaat dia pimpin.

Akan tetapi, sampai dengan jabatan yang di pegang oleh sang pembayar telah lama berahir. ternyata status tanah tersebut tidak di rembug atau di pastikan kepemilikannya oleh pihak yang berkepentingan.

Belakangan di ketahui. Maksudi yang merasa mengeluarkan uang pribadi untuk menebus tanah tersebut, sudah sering mengupayakan dan penuntutan hak ganti rugi atau penguasaan kepada pihak Desa, namun selalu mengalami jalan buntu.

Belum adanya sinyal selesainya perkara tersebut, mantan Kades tahun 2000an ini ahirnya menguasakan proses penyelesaianya kepada LSM PMPRI.

Rabu 31/3/21 kemarin, pihak LSM melakukan audensi di pendopo kabupaten Pemalang dan di terima oleh wakil Bupati di rumah dinasnya hingga jelang shalat Maghrib.

Usai temui Mansur Hidayat ST Siswoyo humas DPD LSM PMRI Jateng kepada wartawan erra Jateng dan tim media, mengatakan bahwa, carut marut tanah Balai Desa Cikendung, oleh wakil bupati Pemalang,akan segera di tindak lanjuti agar kasusnya cepat selesai, dengan memanggil mantan dan kades Cikendung serta camat Pulosari untuk bermediasi.

Satrio Adi ketua DPD LSM PMPRI prof Jateng, kasus sengketa yang sedang di upayakan penyelesaiannya.
Ia berharap, permasalahan yang di hadapi klien nya cepat selesai dengan cara baik benar, bijak sesuai hak dan kewajiban masing masing, dengan tidak menerjang aturan dan perundangan yang berlaku .

Ditempat terpisah Salah seorang warga, kepada pemberita menegaskan, carut marut Tanah Balai Desa harus bisa di selesaikan secepatnya,dengan seadil adilnya, demi masa depan dan ketentraman warga masyarakat Desa Cikendung. jangan sampai menjadi bom waktu, yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Rilis: Sutarmo / Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.