Diduga ; Gelapkan Uang DD Bendahara Desa Sukajaya Sampai Ratusan Juta, Kades Mengadukanya Ke Tipokor

banner 468x60

SKM-BuseronlineNews.com, Ciamis. Bendahara desa Sukajaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis Jawa Barat “A. HL” Diduga telah menggelapkan uang hingga Ratusan juta dari Banprov, DD / ADD tahap dua.

Pasalnya, menurut informasi yang kami terima dari salahsatu narasumber yang tidak mau namanya di buka 19/03/21, A HL atau pihak desa sampai saat ini belum membayarkan uang kepada pihak penyedia barang (material) untuk setiap pembangunan yang telah selesai di kerjakan, ungkapnya.

Karena hal tersebut selalu di tudingkan kepada kepala desa dan A HL tidak segera menyelesaikannya, sehingga A HL diadukan atau dilaporkan kepada Unit Tipikor Polres Ciamis hari ini sedang di panggil oleh tipikor polres Ciamis, ujarnya.

Ironisnya, cantik kepala desa melaporkan A HL yang nota bene sebagai penanggungjawab penggunaan dana ADD/DD, Karena setiap pengambilan uang dari kas desa tentunya perifikasi disetujui kepala desa berapa uang yang diperlukan dan untuk apa.

Apabila hal ini tejadi sampai ratusan juta tidak bayar barang atau material kebutuhan pembangunan kemudian berarti sampai saat ini laporan pertanggungjawaban kepala desa tidak bisa di buatkan karena nota pembayaran tunai tidak ada.

Dan bagaimana Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahun 2020 seandainya LPJ ada selesai di buatkan kemudian semua pihak telah menerima lantas di diberikan laporanya ke kabupaten atau ke pusat, berarti membuat laporan Fiktif.

Menyoal, diduga kasus oknum bendahara A HL berawal dari adanya pengaduan salahsatu toko material “Ud” yang sering bekerjasama jual beli barang kebutuhan pembangunan termasuk putra daerah bahwa barang yang telah di pakai belum di bayar dalam waktu sudah terlalu lama dengan pertimbangan perputaran modal usaha terlalu lama mengendap.

Kepala Desa U Jumadi berhasil dihubungi melalui Telepon Celluler membenarkan ada uang yang tidak jelas atau hilang entah kemana diantaranya dari DD/ADD dan Banprov total sebesar Rp. 198 juta tapi sekarang sudah di tangani oleh Tipikor Polres, Pungkasnya.

SKM-BuseronlineNews.com :
Seno T Sastrawinata

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.