Kuasa Hukum’ Habib Rizieq Shihab & PA 212 Minta Maaf e Jaksa Pasalnya

banner 468x60

SKM-BuseronlineNews.com — Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni {PA}, 212 bersama dengan Tim Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab telah melakukan audiensi dengan Kejaksaan Agung ada, Kamis, 25 Maret 2021.

Pertemuan tersebut untuk bertabayyun terkait penanganan kasus tindak pidana kekarantinaan kesehatan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, telah mengatakan, bahwa dalam pertemuan hadir pula Ketua PA 212 Slamet Ma’arif dan Azis Yanuar selaku tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab.

Menurut dia, mereka telah disambut oleh Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum {JPU} Syahnan, serta Kepala Sub Direktorat Eksekusi dan Ekseminasi pada Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif lainnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, Abdullah.

“Tim hukum terdakwa MRS, Azis Yanuar meminta maaf atas kejadian yang terjadi saat di persidangan yang dilaksanakan secara online, baik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur maupun Bareskrim Polri. Peristiwa tersebut terjadi semata-mata ingin memperjuangkan hak terdakwa agar diperlakukan adil selama proses persidangan,” kata Leonard.

Selanjutnya, kata Leonard, Ketua Tim JPU Syahnan telah menjelaskan bahwa Tim JPU tidak sedikit pun mempunyai niat untuk menzalimi Terdakwa Habib Rizieq Shihab. Sebab, tugas dan fungsi Tim JPU yang mengharuskan menghadirkan terdakwa Habib Rizieq sesuai perintah hakim sebagaimana yang ditetapkan dalam penetapan hakim tentang persidangan secara online.

“Tim JPU tetap menghormati terdakwa MRS sebagai Ulama dan meminta tim hukum terdakwa MRS memahami tugas dan fungsi Tim JPU dalam proses penyelesaian perkara Terdakwa MRS. Ketua Tim JPU juga meminta kepada penasehat hukum MRS untuk tidak mengungkapkan ucapan-ucapan yang merendahkan martabat Tim JPU di dalam persidangan,” kata dia.

Di samping itu, Leonardengatakan, Ketua Tim JPU mengajak Tim Penasehat Hukum Terdakwa Habib Rizieq, pengurus dan anggota PA 212, serta seluruh umat Islam untuk tidak terpancing dengan informasi yang belum tentu kebenarannya. “Sehingga, dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata dia. Rilis {Ms. H./Tim}.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.