Antoni Menggugat tiga Orang ke Badan Arbitrase Olahraga (BAORI)

banner 468x60

KUDUS, Tiga orang digugat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus kubu Antoni Alfian di Badan Arbitrase Olahraga (BAORI). Hal ini menyusul dikeluarkannya SK Kepengurusan KONI Kudus hasil Musorkablub yang diketuai Imam Triyanto dari KONI Jawa Tengah.

Taufrik Hidayat selaku kuasa hukum dari Toni Alfian menyebut tiga orang yang digugat dalam BAORI yakni Ketua KONI Jateng Brigjen TNI (Purn) Subroto. Dia digugat karena mengukuhkan dan mengeluarkan SK kepengurusan KONI hasil Musorkablub. Dengan Nomor: 57/S.K/III/2021 tertanggal 18 Maret 2021.
Pihak kedua yang digugat yakni ketua KONI hasil Musorkablub ImamTriyanto.

Dia ikut digugat karena Taufik menilai hasil Musorkablub melanggar AD/ART. Sebab dari keseluruhan jumlah Pengkab yang mengikuti musyawarah luar biasa itu ada yang SK-nya telah habis. “Sementara pihak ketiga yakni Plt Bupati Kudus Hartopo,” jelasnya.

Pihaknya telah melaporkan sengketa tersebut ke BAORI sejak 24 maret lalu. Dan kini prosesnya sedang berjalan. Taufik menyebut dibutuhkan waktu sekitar 60 hari sampai munculnya keputusan. “Nanti semua pihak yang kami gugat dan juga penggugat akan dipanggil ke BAORI di Jakarta,” terangnya.

Taufik mengklaim jika KONI kubu Antonilah yang kepengurusannya sah. Sebagaimana SK Komite Olahraga Nasional Indonesia Jateng Nomor: 53/S.K/XII/2018 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus KONI Kudus masa Bakti 2019-2023 tertanggal 6 Desember 2018.
Dia menambahkan bila pihaknya memilih melaporkan sengketa tersebut ke BAORI karena badan tersebut yang dinilai berwenang menyelesaikan sengketa menyangkut perselisihan yang dialami kliennya. “BAORI ini khusus sengketa olahraga. Sehingga tidak kami sengketakan ke PTUN,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi berdirinya kantor KONI kubu Imam Triyanto, Antoni Alfian menyebut telah berbicara dengan Imam agar bersabar. Menunggu proses yang ada di BAORI. “Kami sebenarnya berharap agar menunggu proses yang berjalan. Tidak terburu-buru. Karena jika dilihat khalayak kan tidak pas, terlebih atlet kita akan menghadapi beberapa even,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya saat ini fokus meminta para atlet agar tidka terpengaruh atas adanya dualism kepengurusan itu. “Kami coba meminimalisasi persoalan ini agar atlet tetap fokus dengan kejuaran nanti,” tegasnya.

Toni yakin pihaknya yang akan menang di BAORI. Karena dia merasa kepengurusan pihaknya yang lebih sah. “Untuk itu kepengurusan saya ini akan tetap masuk kantor secara normal sesuai biasanya,” tutupnya.

Rilis ( JIMMY )..

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.