Penambang Emas Illegal di Hutan Kalteng, 2 WNA China Ditangkap Polisi!

SKM-BuseronlineNews.com — Tim Kriminal Khusus {Krimsus}, Satuan Reskrim Polres Kotawaringin Barat {Kobar}, Kalimantan Tengah {Kalteng} telah menangkap dua warga negara asing {WNA} China karena telah melakukan penambangan emas secara illegal di pedalaman hutan Kobar. Video aktifitas keduanya di hutan tersebut sempat viral di media sosial.

Kapolres Kobar, AKBP Devy Firmansyah mengatakan, kedua WNA China tersebut, yakni Yin Zhejun selaku koordinator penambangan emas illegal. Kemudian Xiao Weiting yang merupakan karyawan operasional tambang emas di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara {Arita}, Kobar. Keduanya juga menjadi pemilik tambang emas illegal tersebut itu.

“Mereka ditangkap pada, 8 Febuari 2021 sekira pukul 13.00 WIBA oleh anggota Satreskrim Polres Kobar,” pungkas Kapolres Kobar, AKBP dalam konferensi pers, Selasa (23/2/2021). Kapolres Kobar mengatakan, dalam penyidikan kasus ini, pihaknya berkoordinasi dengan Konsultasi China terkait penangkapan warga negaranya.

“Kunsulat China mengatakan, bila ada warga negaranya yang terkait kasus kriminal, maka aparat hukum yang berwenang dipersilakan untuk melakukan penindakan sesuai hukum dan Undang-Undang yang berlaku di negara tersebut,” kata Kapolres Kobar.

Dia menuturkan, pengungkapan kasus ini berawal dari video viral mengenai aktifitas penambangan emas illegal yang dilakukan WNA {China} di Desa Sambi, Kecamatan Aruta. Menindaklanjuti informasi yang beredar, Reskrim Polres Kobar dengan segera melakukan penyelidikan dan telah mendatangi lokasi. Di tempat lokasi tersebut telah mengamankan dua orang, yaitu kedua tersangka dan pekerja.

“Namun penahanan hanya dilakukan pada dua pemilik tambang tersebut,” ujarnya. Berdasarkan pengakuan kedua tersangka yang telah diperiksa dengan menggunakan jasa penerjemah, mereka mulai melakukan aktifitas penambangan sejak bulan November 2020.

“Mereka mencari emas dengan menggunakan alat berat, metal detektor dan bahan kimia. Dari hasil penyidikan juga diketahui bahwa mereka mengetahui lokasi tambang tersebut lantaran sudah mengetahui titik koordinat dan titik mana yang ada terdapat ada kandungan emasnya,” ungkapnya.

Saat pemeriksaan, keduanya menggunakan visa kerja. Sebelumnya keduanya sudah melakukan riset melalui internet dan telah menemukan titik tambang emas yang dikelola. “Mereka juga punya pekerja, orang pekerja lokal dan saat ini masih berstatus saksi.

Nanti jika ada perkembangan, maka akan kami informasikan kembali. Akibat dari hasil perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 158 juncto Pasal 35 UU RI Nomor 3 Tahun 2020, tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 04 Tahun 2009, tentang Penambangan Mineral dan Batubara. Ancaman Hukumannya 5 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 100 juta.

Rilis. {Azaharan.MA/Ms. Syahrief. H}.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *