PTSL Tahun 2017 Desa Brangkal, Akhir Tahun 2020, Muncul Keresahan Masyarakat, Sehingga Kasus Tersebut Di Laporkan Resmi Ke Polres

Menindak lanjuti aduan warga masyarakat Desa Brangkal.Kec Karanganom, Kab Klaten. Pada Hari Jumat 6/11/20 pukul 12:30 team Jurnalist Media Nasional Buser Jawa Tengah yg di pimpin langsung oleh Aryo Banaspati selaku Kaperwil Jateng , melakukan klarifikasi warga Desa Brangkal terkait adanya dugaan pungli PTSL 2017 sehingga masyarakat resah merasa keberatan dan mengaku di bodohi oleh pelaku pelaksana PTSL/Prona.

Menurut keteranagan beberapa masyarakat Desa Brangkal, proyek PTSL tersebut di jadikan ajang korporasi alias korupsi berjamaah yg sangat merugikan wong cilik.
Integritas pelaksanaan proyek PTSL tentu saja menjadi tanggung jawab KADES selaku pengguna anggaran pemerintah Desa.

Sejumlah warga Desa Brangkal saat melaporkan oknum Pengurus PTSL di Polres Klaten , Laporan resmi di Polres Klaten di damping pengacara H.MAS MARSAY MUALIM,S.Sos,SH. Jurnalis SKM BUSER meminta keterangan terkait laporan resmi di Polres Klaten materi apa saja yg di laporkan.

Dengan tegas warga masyarakat angkat bicara, kebengisan salah satu oknum pengurus PTSL menghimbau kepada para peserta PTSL di saat menghadiri acara simbolis di Kab Boyolali nanti , ketika di tanya Pak JOKOWI/Presiden RI tentang pelaksanaan PTSL , seluruh peserta PTSL Desa Brangkal tidak di pungut biaya seperpun.

Himbauan pembohongan public tersebut sangat di sayangkan oleh masyarakat.


Sejumlah keterangan masyarakat Brangkal merasa di bodohkan oleh para pengurus pelaku pelaksana proyek PTSL, padahal masyarakat lebih pintar dan tidak sebodoh meraka yg membodohi kami.

Pada Hari Kamis 05/11/20 pukul 13:00 panitia PTSL Desa Brangkal mengundang sejumlah peserta PTSL di Kantor Balai Desa Barngkal, undangan tersebut dengan steadmen penjelasan biaya dan teksnis pengembalian biaya PTSL TH 2017 , dalam tanda kutip ada apa proyek PTSL TH 2017 tiba tiba akhir TH 2020.

Aneh bin ajaib menurut keterangan masyarakat ternyata proyek PTSL terjadi PUNGLI dengan biaya bervariatif besar, uang yg di kembalikan kepada para peserta terebut nominalnya di atas Rp 800 rb/bidang, artinya pungli sebesar Rp 800 rb/bidang tidak ada pengembalian sepeserpun alias pungli tersebut di anggap halal tidak bertentangan hukum , atau sah KSB 3 Menteri. Hebat tenan poro oknum pengurus PTSL Desa Brangkal.


Pengacara yg mendampingi laporan resmi di Polres Klaten menegaskan bahwa pelaporan tersebut yg di laporkan adalah KADES Brangkal dan sejumlah pengurus PTSL. Pengacara H.MAS MARSAY MUALIM,S.Sos.SH berbicara tegas saat di wawancarai Jurnalist SKM BUSER, berdasarkan data dan bukti bukti yan dapat di pertanggung jawabkan agar kasus yg di laporkan di Polres Klaten di tangani serius sampai meja hijau.

Selain daripada itu pengacara dan sejumlah warga masyarakat Desa Brangkal meminta bantuan agar Media Nasional Skm Buser mengawal proses laporan resmi di Polres Klaten.

Rilis (Aryo Banaspati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *