Kuasai Uang Rp 725 Juta dengan Jus Campur Racun Tikus!

banner 468x60

C alias G membunuh dua orang di rumah kontrakan di Solo dengan (Jus) campur racun tikus untuk menguasa uang Rp 725 juta hasil penjualan tanah milik korban. Pembunuhan berawal saat C datang menemui Sunarno (49) warga Ciledug Tangerang di rumah kontrakan di Jalan Pleret Utama, Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Hari itu Rabu (8/4/2020) malam, C berncana untuk menawarkan tanah di kawasan Boyoli kepada pria yang sudah dikenalnya sejak setahun terakhir.—Fakta Pembunuhan 2 Orang yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Solo, Sudah Direncanakan hingga Pelaku Ditangkap.—Karena hendak membeli tanah, C mengetahui jika Sunarno memiliki uang tunai Rp 725 juta.

Ia pun ingin menguasai uang tersebut dan mulai mengatur siasat. Dia membeli racun tikus di Pasar Depok dan mengganti kemasan. Saat tiba di kontrakan Sunarno, G meminta Tryani (36) warga Ngadirojo, Kabupaten Wanogiri untuk membeli buah dan membuatkannya Jus. Ia kemudian menyuruh Triyani mencampur racun tikus yang sudah diganti kemasannya ke dalam jus.—Ini Motif Pembunuhan 2 orang yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Solo.—Triyani yang tak mengetahui jika itu racun tikus, kemudian mencampurkannya pada jus. Lalu Sunarno dan Triyani meminum jus campur racun tikus. Mereka berdua kemudian merasa badannya panas hingga melepaskan pakaian.

Tak lama kemudian mereka berdua meregang nyawa tanpa menggunakan busana di dalam rumah kontrakan.—Kronologi Pembunuhan 2 Orang yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Solo, Diberi Jus Campur Racun Tikus.

Jadi, sudah direncanakan. Milihat korban laki-laki membawa uang yang cukup banyak, kemudian dia berpikir ketemu ide untuk meracun korban laki-laki,” jelas Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Purbo Adjar Waskito, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2020). C berniat membunuh Sunarno. Namun ia juga membunuh Triyani untuk menghilangkan jejak atau saksi. Setelah memastikan Sunarno dan Triyani tewas, C langsung membawa uang Rp 725 juta dan pergi dari kontrakan. G ditangkap di Bandara Adi Soarmo Solo saat hendak kabur ke Jakarta.

Polisi Sebut Pembunuhan 2 Orang yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Solo Sudah Direncanakan. “Dicari kerabat korban”. Penemuan dua mayat tanpa busana tersebut berawal saat Sarman (51) petugas Linmas Kelurahan Banyunyar didatangi seorang pria pada, Rabu (8/4/2020). Sang pria mengaku mencari kakak peremouannya yang dimina untuk membersihakan rumah kontrakan seorang pria di Kelurahan Banyuanyar. Mereka pun mencari kontrakan tersebut.

Saat tiba di depan rumah kontrakan, Sarman mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban sehingga Sarman beriisiatif menobrak pintu rumah. “Ketika pintu sudah terbuka, ada dua korban itu,” jelas Sarman.—Polisi Sebut Pembunuhan 2 Orang yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Solo Sudah Direnvanakan.—“Posisinya terlentang, kemudian dari mulut keluar cairan warna cokelat,” tegas dia.

Kasat Reskrim Polresta Solo AKP Purbo Andjar Waskito saat itu mengatakan berdasarkan hasil autopsi sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan di dua mayat tersebut. “Kalau bekas penganiayaan tidak ada di tubuh kedua korban pria dan wanita,” jelas AKP Purbo. Sementara itu dari penjelasan perangkat RT setempat, orang yang ditemukan tewas dalam kondisi telanjang baru satu minggu di kontrakan tersebut. Pemilik kontrakan lokasi pria dsn wanita tewas belum melapor karena diketahui sedang sakit.

Rilis (Azaharan/Saydi/Ms. Syahrief).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.