Bandar Pengendali Peredaran Narkoba di Kalbar Divonis Hukuman Mati!

banner 468x60

Majelis hakim Pengadilan Negeri Mempawah, Kalimantan Barat, menjatuhkan hukuman mati kepada seorang perempuan berinisial (AS). AS dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi pengendali peredaran narkoba di Kalbar.

“Kami (Polda Kalbar) telah menerima tembusan surat putusan dari Pengadilan Negeri Mempawah terkait vonis hukumanati tersebut,” kata Direktur Reser Narkoba Polda Kalbar Kombes Gembong Yudha, Senin (13/4/2020). “Gembong menerangkan, putusan itu tertuang dalam petikan Pengadilan Negeri Mempawah Nomor: 22/Pid.Sus/2020/PN Mempawah tertanggal 8 April 2020.

“Selain AS yang divonis mati, empat orang komplotannya dijatuhkan hukuman seumur hidup;” jelas Gembong. Pengungkapan komplotan bandar narkoba ini diawali dengan tertangkapnya empat orang yang menjadi komplotan pengedar narkoba, pada Senin, (8/4/2019) lalu. Dalam penggerebekan itu, diamankan barang bukti sebanyak 8 kilogram sabu dan 18 ribu butir pil ekstasi.

“Gembong menerangkan, saat dilakukan pengembangan kasus ini, tim mengarah kepada pengendali jaringan yaitu seorang wanita dengan inisial AS warga Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, (Kalbar). AS sempat masuk daftar pencarian orang (DPO), dan berhasil ditangkap pada 9 November 2019. “AS merupakan seorang wanita, namun perannya sangat besar karena mengendalikan peredaran narkoba,” kata Gembong.

“Gembong mewakili Polda Kalbar mengapresiasi Pengadilan Negeri Mempawah terhadap putusan tersebut. Dia mengatakan, dengan dijatuhkannya hukuman paling tertinggi bisa memberi shock therapy bagi bandar narkotika lainnya yang saat ini masih mencoba untuk melancarkan aksinya.

Rilis (Ms. Syahrief).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.