Oknum Anggota AKD Trawas Dikabarkan Enggan Sinkron Dengan Media.

banner 468x60

Mojokerto, Buser Online – Kabar miring menerpa organisasi Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Organisasi yang menaungi Kepala Desa (Kades) itu dikabarkan, ada beberapa oknum kades yang diduga enggan sinkron dengan media.

Informasi yang masuk ke Buser Online menyatakan, AKD Kecamatan Trawas yang dulu terkenal kekompakannya dan kesolitannya. Beberapa bulan terakhir, diduga antar anggota terjadi keretakan atau mulai tidak sejalan.

“Diduga keretakan itu, terkait permasalahan dalam menyikapi media,” ungkap sumber terpercaya.

Masih sumber, ada beberapa Kepala Desa yang masih ingin menjalin kemitraan dengan media. Dan ada juga oknum Kades yang tidak setuju, dengan alasan tidak butuh diberitakan.

“Alasan lain yang disampaikan adalah bisa bekerja sendiri dan mempunyai kenalan pejabat,” tambah sumber.

Penasaran dengan kabar miring tersebut, Buser Online mencoba mengecek kebenaran informasi yang berkembang.

Sebanyak Enam Kepala Desa yang dikonfirmasi, terkait rencana penggunaan Dana Desa (DD), hanya Satu Kepala Desa yang menjawab.

Menyikapi beberapa oknum Kades di wilayah Trawas yang diduga enggan sinkron dengan media. Nanang Prastyo aktivis Pemerhati Pelayanan Publik, angkat bicara.

Menurut Nanang P, sebagai figur publik seharusnya kepala desa bisa menjalin komunikasi dengan media. “Karena media, bisa menjadi penyambung lidah ke masyarakat,” kata Nanang.

Masih Nanang, memang tidak ada peraturan atau undang-undang yang mengatur hubungan antara pejabat publik dengan media. Memberikan hak jawab atau tidak saat dikonfirmasi media, itu merupakan hak prerogatif Kades dan tidak ada masalah.

“Yang menjadi pertanyaan, ada apa dengan kades, masak menjawab pertanyaan atau memberikan hak jawab terkait perencanaan saja tidak mau, sepertinya ada yang disembunyikan dan dugaan tidak mau sinkron dengan media mendekati kebenaran,” tandas Nanang.

Jurianto Bambang S, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Trawas saat dikonfirmasi terkait dugaan oknum beberapa kades yang diduga enggan sinkron dengan media mengaku belum mengetahui. “Belum saya klarifikasi pak, nanti kalau sudah saya klarifikasi pean (Anda, red) saya hubungi,” jawab Jurianto, saat dikonfirmasi Buser Online melalui aplikasi WhatsApp (WA) nya.

Perlu diketahui, Enam Kepala Desa yang dikonfirmasi Buser Online melalui Aplikasi WhatsApp (WA) adalah Kades Kedungudi, Penanggungan, Selotapak, Trawas, Kesiman dan Belik. Dari ke Enam Kades yang dikonfirmasi, hanya Kades Kesiman yang memberikan jawaban, hingga berita ini diturunkan.

Rilis : arie.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.