Midji Kesal Bupati Sambas Sulit Dihubungi!

Kalbar – Pemerintah (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan penelusuran terhadap warga Kalbar yang ikut menghadiri tabliqh akbar di Masjid Petaling Kuala Lumpur, Malaysia pada 28 Febuari hingga 1 Maret 2020. Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan warga Kalbar yang sempat mengikuti tabliqh akbar di Malaysia itu kebanyakan berasal dari Kabupaten Sambas. Ia mengaku cukup kesulitan berkoordinasi dengan pemerintah setempat karena Bupati Atbah Romin Suhaili sulit dihubungi. “Bupati Sambas sulit dihubungi,” jelasnya, Senin (16/3/2020).

Meski demikian ketika memimpin Rakor Pembentukan Gugus Tugas Kewaspadaan dan Kesiap siagaan Penanganan Corona (Covid-19) pada Senin (16/3/2020) pagi, ia mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan Danramil serta Kapolres Sambas. Termasuk juga masyarakat sekitar, mengenai adanya warga Paloh yang sempat mebgikuti tabliqh akbar di Malaysia dan perlu pemwriksaan terkait dugaan Covid-19. Sampai saat ini di Kalbar menurutnya sudah ada empat pasien dalam pengawasan Covid-19 yang diisolasi dengan riwayat terkait acara keagamaan tersebut.

Seperti diketahui, beberapa banyak warga Malaysia yang menghadiri acara tersebut telah dinyatakan positif terpapar Covid-19 pasca menjalani pemeriksaan. Termasuk juga kasus pertama yang dimumkan di Brunei Darussalam dan Sarawak belum lama ini, juga terkait dengan warga yang baru pulang menghadiri tabliqh akbar tersebut.

Midji sapaan akrabnya membenarkan soal informasi yang menyebut banyak warga Kalbar hadir dalam acara tersebut. Jumlahnya bahkan diperkirakan mencapai puluahan orang. “Sudah (ditelusuri), sudah beberapa diisolasi. Sekarang sedang dicari terus,” ungkapnya. Midji menyebut ada empat pasien yang kini diisolasi dalam pengawasan Covid-19, dengan riwayat sempat mengikuti tabliqh akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia. Keempatnya disebutakan pulang melalui jalur darat lewat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas. Dua pasien sudah diinformasika saat ia menggelar konferensi pers, Minggu (15/3), sementara dua lagi baru diketahui, Senin (16/3). “Kami sudah isolasi mereka yang pulang lewat Aruk (PLBN) empat orang, ada di empat RS (rujukan). Dua sudah diinfokan dan dua ini baru,” terangnya.

Untuk itu ia menghimbau kepada semua warga yang sempat menghadiri tabliqh akbar di Malaysia untuk segera menginformasikan diri ke petugas terkait. Baik bagi mereka yang sehat maupun tidak tetap diminta memeriksakan diri, mengingat masa inkubasi Covid-19 bisa lebih dari 14 hari. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mempersilahkan masyarakat dapat memeriksakan dirinya ke petugas kesehatan bila merasa takut tertular Covid-19. Masyarakat dapat mengunjungi Puskesmas atau rumah sakit pada jam kerja. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemwriksaan laboratorium darah dan rantgen.

Apabila menurut dokter masuk dalam kriteria pasien dalam pengawasan maka pasien akan diisolasi dan dilakukan pemeriksaan Laboratorium Swab tenggerokan yang dikirim ke Jakarta. “Untuk pemeriksaan tidak gratis, bisa dengan BPJS. Tapi kalau sudah ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan dan disolasi maka semua biaya witanggung pemerintah,” tegasnya.

Lebih laanjut dijelaskannya, apabila dokter menyimoulkan bahwa pasien masuk dalam kategori orang dalam pemantauan maka masyarakat akan disarankan mengisolasi diri di rumah secara mendiri atau istirahat di rumah. Yakni dengan tidak melakukan aktifitas di luar rumah. Untuk itu petugas dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat akan melakukan kunjungan rumah untuk memantau kesehatan pasien tersebut.

“Apabila dokter menyimpulkan masyarakat itu sehat tidak masuk dalam kriteria pasien dalam pengawasan atau orang dalam pemantauan maka masyarakat dapat beristirahat di rumah dengan tenang, tapi tetap kurangi aktifitas di luar rumah,” pesannya.

Rilis (Ms. Hermanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *