Pembunuhan Warga Sambas Ditangkap, sempat Potong Rambut Kelabui Polisi Malaysia

BuseronlineNews.com – Kalbar – Belum sampai 24 jam, Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Bintulu, Sarawak, Malaysia berhasil menangkap pelaku yang membunuh (Zulkibli), warga Sarilaba A, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jum’at (20/12/2019), pukul 13.30 waktu setempat. Pelaku beriniasial MP ini ditangkap di sebuah rumah sewa, kawasan Jalan Tanjung Batu, Bintulu, Sarawak.

Sehari sebelumnya, korban yang berusia 47 tahun itu ditemukan terkapar dengan kondisi berlumuran darah. Tepat di kawasan Kem Shin Yang, Batu 22, Jalan Bintulu-Miri Lama, Bintulu Sarawak, Malaysia, pada pukul 17.10 waktu setempat.

Informasi yang dihimpun awak media, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pemuda disana. Awalnya, saksi yang berusia 24 tahun ini sedang berada dalam mobilnya. Ia kemudian mendengar bunyi bising.

Saat saksi ini keluar dari mobilnya, didapati seorang lelaki yang melarikan diri dan seorang lelaki lainnya terkapar, terbaring di tanah dalam keadaan berlumuran darah di bagian perut. Saksi kemudian melihat terdapat satu sarung parang di kawasan tersebut.

Warga Sarilaba Sambas Tewas Ditikam di Bintulu Malaysia.

Dengan segera dia membawa lelaki yang berlumuran darah tersebut ke Hospital Bintulu untuk mendapatkan pertolongan medis. Setibanya di Hospital Bintulu, dokter menyatakan bahwa lelaki yang dipercayai sebagai warga negara Indonesia tersebut telah meninggal dunia.

Setelah itu, saksi kemudian datang ke one stop center buat laporan paspor B0523406, diketahuilah bahwa korban adalah Zulkibli. Warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang bekerja sebagai Pengawal Keselamatan Syarikat Syin Yang.

Sementara pelaku kala itu memang sudah dikenali. Informasi pelarian pelaku pasca membunuh pun ramai dibahas di media sosial. Foto-foto pelaku yang rambutnya masih gondrong juga dipampang dengan jelas di media sosial. Pelaku dikabarkan adalah WNI asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Francis Ngu Hown Hua, warga Bintulu membenarkan bahwa pelaku pembunuhan yang menghebohkan warga ini sudah terungkap. “Pelakunya sudah ditangkap di lokasi tak jahu waktu evakuasi keluarga yang terlantar tersebut,” jelas Francis kepada wartawan.

Ia menerangkan, sebelumnya pelaku memang dengan santai berkeliaran di Bintulu pasca pembunuhan itu. “Ada teman saya yang melihat orang ini. Persis dengan foto-foto yang beredar. Kemudian lapor polisi, dan akhirnya pelaku ditangkap di rumah sewa Jalan Tanjung Batu,” terangnya.

Saat ini, pelaku masih diperiksa oleh Polis Bintulu. Informasi yang didapat, kata Francis, bahwa antara korban dan pelaku sebelumnya beribut kursi. “Tempat duduk pelaku di depan. Tapi diambil sama korban. Pelaku yang malu langsung tarik pisau yang ada di badannya dan tusuk korban,” ungkap Francis.

Dijelaskan, pelaku ditangkap oleh tim gabungan dari Polis RCJ, Task Force dan JSJ Bintulu. “Pelaku sempat menggunting rambutnya agar tidak dikenali oleh polsisi,” tutup pegiat medsos dan aktivis dari Utusan Borneo, Timbalan Ketua Polis Daerah Bintulu, DSP Jame Reis menyatakan bahwa pelaku yang berusia 22 tahun itu berasal dari Dompu, Indonesia, sudah ditahan.—

“Kita turut merampas sebilah pisau berukuran 37 sentimeter dipercayai digunakan suspek (tersangka) bagi menikam mangsa (korban),” katanya pada sidang media disini, hari ini.—Menurut Jame, dalam insiden ini, pelaku telah menikam bagian perut korban. Kemudian pelaku melarikan diri. Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit saat diantar oleh saksi pelapor.

“Pasukan Polis akan menjalankan siasatan terperinci (pemeriksaan mendalam) berkaitan penikaman yang mengorbankan mangsa,” katanya. Jame menegaskan, pelaku akan disiasat di bawah Seksyen 302 Kanun Keseksaan.

Rillis : (Azaharan/Saydi/Egi)
Editor : Ongen Van Lou)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *